Langkahku terhenti di ruang persoalan jiwa;
di manakah aku bisa menemukan kejujuran?
Adakah aku bisa menemukannya di pandangan mata?
pada dua bola matamu berwarna coklat redup
sepasang kening melengkung yang tersusun rapi
garisan halus di bawah mata yang melukis mimpi.
Adakah aku bisa menemukannya di barisan kata-kata?
pada alunan yang bersiul dari bibirmu
yang mengikatku di halaman selesa
dan meragut segala keraguan duniawiku.
Adakah aku bisa menemukannya di tingkah laku?
senyuman yang menjadi pencetus hari
yang kadang kala berlaku kejam
pada detik yang berputar melingkari indah kita
di saatmu menyambut hangat dakapanku.
Akhirnya jiwa berbisik bahawa
kejujuran bisa ditemukan pada
pandangan mata
kata-kata
tingkah laku;
diri sendiri.

YOU ARE READING
Sejarah Dari Mata Pengalah
PoetryKumpulan puisi dan prosa tulisan M. Firdaus Kamaluddin.