Sore hari nya, kak Kinan mengajak ku untuk belanja makanan. Karena bahan makanan di rumah sudah habis. Tadi nya Bunda yang mau beli, tapi dilarang oleh kak Kinan. Kak Kinan fokus dengan menyetir nya, sedangkan aku? Jangan ditanya, aku fokus dengan earphone ku sesekali menyanyi sedikit...
"Dek!" panggil kak Kinan. Aku pun mencabut sebelah earphone ku dan menoleh kearahnya.
"Apa, kak?"
"Hmmm gak jadi deh.." eh kok gak jelas...
"Ishh nyebelin. Mau ngomong apa? Ngomong aja!" tanyaku
"Gak jadi, nanti aja habis belanja kakak ngomong." aku pun diam dan memasang kembali earphone nya...
Sampai di mall, kak Kinan memarkirkan mobil nya dengan mulus. Kami segera turun dan masuk ke hypermart. Aku membantu kak Kinan memilih dan mencari bahan makanan. Kami membeli lauk-pauk seperti udang, ikan, daging. Kami juga membeli beberapa makanan ringan dan berat juga sayur mayur... Dan satu lagi yang tidak akan tertinggal jika aku yang berbelanja, yaitu... Pasta dan sosis sapi. Setelah belanjaan yang kita cari sudah terkumpul, aku dan kak Kinan mengantri di kasir karena antrian nya sangat panjang. Maklum akhir pekan, tohh banyak orang yang membeli kebutuhan nya...
Setelah membayar belanjaan, yaa belanjaan nya tidak banyak. Hanya 3 kantong plastik besar. Saat hendak keluar hypermart, kak Kinan mengajak ku mampir di salah satu restoran. Katanya dia mau ngobrol sesuatu...
"Dek, mau pesan apa?" tanya kak Kinan sambil membalik-balikkan buku menu nya...
"Samain aja, kak."
"Minuman nya? Jus alpukat atau jambu?" tanya kak Kinan lagi
"Jus jambu aja." kak Kinan mengangguk dan berjalan kearah tempat pesanan. Kemudian, kak Kinan kembali lagi. Sambil menunggu pesanan datang, kak Kinan membuka pembicaraan.
"Dek!"
"Apa?"
"Mau nanya dong.." ucap nya
"Hmm nanya aja." ucapku sambil terus terfokus dengan ponselku.
"Ishh tapi dengar, jangan main ponsel mu. Matikan dulu!" pinta nya. Aku ini adalah pendengar yang baik, jadi kalau pun aku sibuk sendiri. Aku masih bisa mendengar cerita atau obrolan lawan bicaraku... Yaa sedikit aneh, seharusnya pendengar yang baik itu, mendengarkan lawan bicara tanpa menyibukkan diri sendiri. Aku pun mematikan ponselku dan meletakkan nya di meja.
"Sudah. Sekarang apa yang mau ditanyakan, Nyonya Aditya..." ucapku
"Hmm jadi gini, kakak mau nanya sama kamu soal bang Adit." ucapnya ragu-ragu
"Oke silakan."
"Kamu pernah ditinggal tugas keluar sama bang Adit?" aku mengangguk
"Rasa nya gimana? Sedihkah? Atau apa gitu?" hmm sepertinya kak Kinan khawatir jika suatu saat bang Adit di tugaskan dan meninggalkan nya sendiri.
"Sedih, bangga. Campur aduk deh. Sedih karena dia akan meninggalkan aku sendirian, bangga karena dia akan melaksanakan panggilan Ibu Pertiwi. Kenapa kakak nanya itu?"
"Gak papa, cuma pengen tau aja. Terus rasa nya di tinggal bang Adit dinas dan menetap di Bandung selama 3 tahun gimana?" Tuhh kan mulai kepo deh... Tapi tak apalah...
"Yaa rasanya kesepian. Biasanya bangun pagi bisa ledekkin abang atau usilin abang. Eh pas dipindah tugaskan ke Bandung, aku gak bisa lagi kayak gitu..." Sedih kalau mengingat masa itu. Apa lagi saat abang akan berangkat menjalankan ilmu kemiliteran nya di AkMil. Lebih sedih lagi... Sampai-sampai aku menangis tanpa henti, kira-kira selama 3 hari 2 malam aku tidak tidur dan hanya menangis. Sampai akhirnya aku dirawat...
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Tentara Ku
RandomPerjalanan cinta yang tidak semulus oleh kebanyakan orang diluaran sana. Penasaran kan??? Yukk, di baca dan tambahkan diperpustakaan kalian! Jangan lupa vote and comment ya!
