Part 14

5.8K 220 8
                                        

Dan ternyata ia...

Kak Rasyid! Ucapku spontan

Ia memandangku dan tersenyum pada ku.

"Ishh!!! Aku kirain siapa, ternyata kak Rasyid. Sebel!" ucapku sambil memukul pelan lengan nya

"Auww sakit,,, hehehe maaf deh. Kakak kira kamu kenal aku walaupun aku pakai topi" ucapnya mengelus lengan nya

"Kok kak Rasyid bisa disini? Bukan nya dirumah lagi ada acara keluarga?" tanyaku

"Acara nya sudah selesai." jawabnya

Aku hanya mengangguk, "Kakak kesini sama siapa? Ohiya, kok kakak bisa tau kalau aku disini?"

"Aku sendiri. Tadi nya mau jalan jalan aja disini, cuma pas di eskalator aku liat kamu sama Adit. Jadi aku ikutin kamu sampai sini deh" jawabnya
"Adit nya mana, Ra?"

"Bang Adit ada di dekat kasir, dia udah nungguin aku disana."

"Ohhh. Ya udah yukk samperin Adit, kalau gak disamperin nanti dia godain mba-mba kasir lagi. Lupa sama pacar nya dirumah. Hahaha" ucapnya

Aku berjalan menuju kasir dan diikuti oleh kak Rasyid.

"Ehh Dit, lihatin apaan sih lu sampe begitu amat?" tanya kak Rasyid

"Eh anu,,, itu Ras."

"Itu apaan? Wahh jangan-jangan lu lihat cewek cantik ya. Astagfirullah, tobat kenapa. Udah ada pacar juga" ledek kak Rasyid

"Apaan sih, emang gua lihatin cewek. Itu tuhh gua lihat taruna AKMIL." ucap abangku sambil menunjuk kearah taruna Akmil tersebut

Kak Rasyid mengikuti arah yang ditunjuk abangku.

"Lah iya itu, ada taruna." ucap kak Rasyid

"Ahh sudah-sudah kalian berdua ngobrol sendiri aku nya didiemin." protes ku

"Hehe maaf dekk, itu ada taruna soalnya. Rasa-rasa inget masa pendidikan dulu ya, Ras." ucap bang Adit

"Iya betull tuhh Ra" sahut kak Rasyid

"Terserah kalian deh. Abang ini total harga buku nya" aku menyerahkan kertas struk, kemudian bang Adit membayarnya

Setelah membayar, kami bertiga langsung menuju tempat parkiran. Saat ingin pulang ponsel abangku berbunyi, ia pun menjawabnya segera. Selesai menelfon abangku menatapku dan beralih menatap kak Rasyid.

"Kenapa, Bang?" tanyaku

"..." abangku tak menjawabku

"Ras, lu bawa motor apa mobil?" tanya abangku

"Bawa mobil, kenapa emang?"

"Lu mau gak anterin Zahra sampe rumah? Soalnya gua disuruh merapat"

"Abang mau merapat kemana?" tanyaku

"Entahlah dekk, ada yang mau dibicarakan" jawab abangku "Kamu pulang dengan Rasyid ya, abang harus cepat merapat. Oke?"

"Oke. Ya udah abang hati-hati ya, jangan pulang larut malam." pesanku

Bang Adit hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil.

"Ras, nitip Zahra ya. Gua duluan, assalamualaikum" ucap abangku dari dalam mobil

"Siap! Wa'alaikumsalam" jawab kak Rasyid

"Yukk Ra, motorku ada disana." ajaknya

Aku mengangguk dan mengikuti langkahnya dari belakang. Sampai dirumah, aku menyuruh kak Rasyid tuk mampir sebentar dirumah. Tapi ia gak mau, karena waktu sudah malam.

Dia Tentara KuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang