2 minggu setelah kepulangan kak Rasyid dari tugasnya. Kini, aku disibukkan dengan beberapa surat yang harus di lengkapi untuk pengajuan.
Ya seperti janji nya kak Rasyid dulu, setelah ia pulang tugas, ia akan langsung melakukan pengajuan. Dan kini terbukti, ia benar-benar menepati janji nya.
"Kak, beneran mau pengajuan sama aku?" kak Rasyid yang sedang makan mie ayam nya langsung tersedak.
"Eh eh ini kak minum nya.." aku memberikan air putih kepada kak Rasyid dan langsung di minum nya hingga habis.
"Alhamdulillah," ucapnya setelah minum. Kemudian menatapku tajam. Eh lah?
"Kakak kok ngelihatin nya gitu banget? Ada yang salah?"
"Ada." jawab nya tegas.
"A..apa?"
"Kamu ngapain nanya aku benar gak ngajakin kamu pengajuan? Kan pertanyaan itu udah sering aku jawab, Zahra."
"Yaa aku masih gak percaya aja gitu, kok cepat banget ya. Perasaan dulu baru kenalan eh sekarang udah mau pengajuan aja,"
"Jadi kamu yang gak percaya sama aku?" nahh loh gimana ya?
"Ya.. Gak gitu juga ish,"
"Aku udah bilang berapa kali, kalau aku serius ngajak kamu ke pengajuan. Untuk apa aku pulang tugas langsung menemui Ayah kamu, kalau aku gak serius."
Aku terdiam, ternyata setelah beberapa kali aku tanyain jawaban nya selalu sama. Ternyata, kak Rasyid benar-benar serius sama aku. Ahh jadi makin sayang... Ups! Astagfirullah.
***
"Sudah siap, Ra?" tanya kak Rasyid, saat didalam mobil.
"Siap. Tapi deg-degan," jawabku.
Hari ini aku dan kak Rasyid berangkat ke kantor kak Rasyid untuk pengajuan pernikahan. Di hari ini, aku sudah memakai baju persit tanpa lencana sedangkan kak Rasyid memakai seragam loreng miliknya.
"Bismillah aja," ucap nya sambil mengusap pelan tanganku. Aku mengangguk. Kak Rasyid pun melaju mobil nya menuju kantornya.
20 menit kemudian, akhirnya aku sampai di depan kantor kak Rasyid. Aku turun mengikuti kak Rasyid, aku sedikit berlari kecil untuk menyamai langkahku. Alhasil, aku sejajar dengan kak Rasyid. Tiba-tiba saja kak Rasyid menggandeng tanganku. Aku pun menoleh dan ia juga menatapku dan tersenyum pada ku. Ahh senyuman itu sudah lama aku rindukan nya.
~~~
"Alhamdulillah, akhirnya lancar juga." ucapku
"Iya lancar. Cuma kamu tadi gugup, Ra." ucap kak Rasyid kecewa
"Hehehe maaf ya, kak." kak Rasyid diam tidak menjawab.
"Ish, kak. Kakak marah?"
"Kak, kak Rasyid." aku sedikit menguncang bahu nya.
"Gak." jawaban yang jelas, singkat, dan padat. Aku pun menjauhkan tanganku yang ada di bahu nya. Aku memalingkan wajahku keluar jendela mobil sebelah kiri.
"Tapi kamu kalau lagi gugup itu lucu ya," aku langsung menoleh. Kak Rasyid tersenyum, senyuman yang khas milik nya. Yang akan membuat siapa pun akan luluh dengan senyuman nya.
"Sekarang mau kemana? Langsung pulang atau gimana?" tanya nya setelah beberapa menit terdiam.
"Hmm kemana ya? Kakak lapar gak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Tentara Ku
De TodoPerjalanan cinta yang tidak semulus oleh kebanyakan orang diluaran sana. Penasaran kan??? Yukk, di baca dan tambahkan diperpustakaan kalian! Jangan lupa vote and comment ya!
