***
Empat anggota Illusions Team bergerak cepat mengenakan bulletproof vest mereka. Damian memasukan beberapa pisau siap lempar di dua sisi rompinya. Tak lupa ia memasukkan magasin penuh peluru ke kantong celana. Pistol tangan dan menyangklong senapan semi otomatis di depan dada. Damian menambahkan bandana hitam untuk menutup separuh wajahnya dan sebuah topi serupa, guna menyamarkan rambutnya yang mencolok.
"Ready?"
"Yeah, Captain." Juan menyeringai dan menenteng koper silver berisi peralatan komputer kesayangannya. Sementara Dante telah bersiap dengan mitraliur-nya.
"Baiklah, ayo!" Damian menyetel pengatur waktu pada jam tangan multifungsi di pergelangannya, "oke, Venus, Erios ... sekarang!" Keduanya mengangguk dan berlari menuju sebuah gedung kaca megah dua puluh meter di depan mereka. Juan langsung memasuki sebuah mobil sedan yang telah diparkirkan di dekat gerbang masuk markas NCIA. Sementara Veira, wanita itu telah lebih dulu bergerak memutari gedung.
Damian dan Dante segera mengambil dua buah senjata sebesar AK47 berdesain lebih minimalis dengan lubang peluru lebih besar. Mereka segera berpencar ke dua arah yang berlawanan. Dari jarak sekitar sepuluh meter, Damian menembakan peluru bulat yang langsung menempel di dinding kaca bangunan NCIA—tanpa menyederai kacanya. Hal sama dilakukan Dante. Mereka menembakkan peluru aneh itu ke beberapa titik. Sesaat kemudian, benda kecil yang telah melekat di beberapa bagian gedung NCIA itu mulai mengeluarkan gas kebiruan. Gas itu menguar dengan cepat dan memenuhi seluruh penjuru bangunan NCIA.
"Mereka semua sudah tak sadar." Veira berujar melalui earphone-nya.
"Peretasan selesai." Juan menimpali. Tepat setelah itu, seluruh lampu di NCIA padam. Damian dan Dante menyimpan kembali senapan berpeluru gas tadi di punggung. Keduanya bergerak menyusul Veira yang telah masuk melalui pintu samping.
"Okay, waktu kita sepuluh menit dimulai dari sekarang." Damian berujar dan berjalan menuju tangga darurat.
"Cari semua data yang mungkin berhubungan dengan Hamilton." tambah Dante.
"Guys, lantai empat sudut kanan. Ruangan kaca dengan komputer dinding." Juan memberikan instruksi, "Venus, tetap di posisimu, lurus dua puluh meter dan ambil kiri." tambahnya.
Ketiganya bergerak cepat tanpa banyak membuang waktu. Efek blue gas—nama gas dari peluru yang ditembakkan Damian dan Dante—hanya bertahan sepuluh menit saja. Gas tersebut mampu membuat sesorang kehilangan kesadarannya dan melupakan kejadian lima belas menit sebelum menghirupnya.
Damian melompat lincah diantara tubuh para pengawal yang tergeletak—pingsan akibat pengaruh blue gas. Ia dan Dante berjalan menuju ruangan yang Juan maksud. Sebuah ruangan kaca yang dipenuhi komputer.
"Ada catatan transaksi dengan nominal tak masuk akal dari dan ke rekening asing." Veira melapor. Membuat Juan segera mengambil alih—mendapatkannya melalui peretasan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Apollo : Other Sides
ActionEmpat agen intelijen internasional terpaksa menjadi buronan negara, dengan gadai nyawa untuk sebuah misi sekelas bunuh diri. Pemimpin mereka, Damian Xavier, dipertemukan oleh takdir dengan Anna. Gadis misterius yang ia jumpai di sebuah malam penuh k...
