Budayakan Vote🙃
__________________________
Alana's POV
Semilir angin menerpa rambutku hingga mereka bertebaran, aku memandang ke arah balkon kamarku dengan pikiran yang sedang berkelana memikirkan hal-hal yang sudah terjadi pada diriku, sesekali aku mengusap perutku yang masih rata dan masih tidak percaya kalau di sana terdapat sebuah janin yang tumbuh. Sejak tadi aku hanya berdiam diri di sini, padahal aku di temani oleh ibuku, ia berdiri di samping ku. Terkadang ia bertanya padaku, tapi aku hanya menjawab ya atau tidak, atau mengangguk dan menggeleng.
"Kau harus memberitahunya, Alana." aku menatap ke arah ibuku yang lagi-lagi mengatakan hal yang serupa semenjak ia mengetahui hasil tespack dua hari yang lalu.
"Kau tidak mau anakmu terlahir tanpa seorang ayah kan?" aku menggeleng lemah, lalu menunduk.
"Aku hanya takut, Mom" ujarku kembali memandangnya.
"Apa yang kau takutkan? Harry mencintaimu, sayang. Aku yakin jika ia mengetahuinya, ia pasti akan bertanggung jawab." ucap ibuku, aku tau ia hanya berusaha menenangkanku saja.
Aku menghela napas pasrah dan mengangguk, "Baiklah, aku akan memberitahunya." aku menjeda perkataanku sebentar.
"Tapi aku akan menelponnya terlebih dahulu, untuk menanyakan keberadaannya." lanjut ku yang di anggukan oleh ibuku.
Ia tersenyum dan mengusap pundak ku, "Apapun keputusanmu, Nak" Ia memelukku dengan hangat.
"Tapi Mom--" aku melepaskan pelukanku. "Aku ingin di temani Cassie dan Katie saat menemuinya nanti, tak apa kan?" ucapku.
"Tentu saja, sayang. Nanti Mom akan menghubungi mereka" aku tersenyum dan mengangguk.
"Terima kasih, Mom. Kau selalu mengerti keadaanku." aku memeluknya lagi dengan erat dan ibuku membalasnya dengan pelukan sayangnya.
----------------------------
Aku terduduk dan bersender di kepala ranjangku sambil menatap layar ponselku sedari tadi, entah kenapa. Tapi aku merasa ragu untuk menghubungi Harry.
Tok Tok Tok
"Masuk!" Teriakku dari dalam kamar.
Suara derap kaki yang terdengar seperti lebih dari satu orang memenuhi gendang telingaku. Aku menatap ke arah orang tersebut dan ternyata itu Cassie dan Katie, mereka melangkahkan kakinya ke arahku dan duduk di pinggiran ranjang ku.
"Ibumu menelepon kami tadi, ia bilang kau akan memberitahunya dan ingin di temani dengan kami" aku menatap mereka satu persatu dan mengangguk membenarkan.
"Yeah, tapi aku akan menghubunginya terlebih dahulu" mereka berdua mengernyit bingung.
"Untuk apa?" tanya Katie.
"Aku hanya ingin menanyakan keberadaanya" mereka mengangguk mengerti.
"Yasudah, kalau begitu hubungi lah. Tunggu apa lagi," ucap Cassie tenang.
Aku menatapnya, "Tapi aku ragu Cass," aku melihatnya yang memutar bola matanya setelah mendengar ku.
"Tidak usah ragu Alana, kami di sini." Ucap Katie.
Aku akhirnya mengangguk pasrah dan membuka kunci ponsel yang sedari tadi berada di genggamanku, aku kemudian mencari kontak Harry sambil menggigit bibir bawahku. Setelah tertera nama Harry disana dengan ragu aku menekannya dan menghubunginya.
'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif cobalah beberapa saat lagi'
Aku mengernyitkan dahi ku saat operator yang menjawabnya. Nomor ponselnya tidak aktif, kemana dia?, batinku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine [H.S]
Romance[COMPLETED] "I will get you and make you mine" -Harry Styles [WARNING!] [17+] This story has several sexual secene, please be a wise readers! Written by: araalifahf Cover by : araalifahf Published on November 17, 2018 - February 15, 2019 P.s : Han...
![Mine [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/167697783-64-k175053.jpg)