A man's kiss is his signature.
-Mae West-
♣️♣️♣️
TIN!
"Princess, Naveen udah jemput tuh!" teriak Keyra dari bawah.
Princess keluar dari kamarnya, telah memakai seragam sekolah lengkap dan siap untuk berangkat. Dia mengambil sepotong roti, mencium pipi Mamanya, lalu melirik ke kursi kosong yang tak pernah ada pemiliknya. Kursi saudara kembarnya yang telah hilang sejak masih balita. Namun kursi itu selalu diperlakukan seakan ada yang duduk di sana, dengan piring berisi roti selai cokelat di atas mejanya.
"Tumben dijemput sama Naveen lagi. Biasanya sama... Duh siapa itu namanya?"
"Giovani, Ma..."
"Nah iya. Saking jarangnya ketemu Mama sampe lupa namanya."
Princess tersenyum mendengar sindiran halus itu. Maksud Mamanya adalah Giovani memang tak pernah mampir padahal setiap hari mengantar jemputnya. "Dia lagi ke luar kota, Ma."
"Ohhh gitu."
"Papa, mana Ma?" tanya Princess.
"Masih di kamar," jawab Keyra.
"Salamin ke Papa, Princess berangkat dulu."
"Hati-hati ya sayang," ujar Keyra.
Princess melangkah ringan keluar dari rumah menuju ke mobil Naveen yang bertenggar manis di halaman depan teras. Cowok itu menurunkan kaca jendela mobil, mengedipkan mata pada Princess.
Dulu, rumah Princess dan Naveen sebelahan, sampai akhirnya keluarga Princess memilih untuk pindah ke rumah yang sekarang. Meski begitu, persahabatan yang terjalin sejak zaman SD itu tetap terjalin baik. Mereka selalu bersekolah di sekolah yang sama dan malah, berniat untuk masuk ke kampus yang sama juga nantinya.
"Nih," Princess memberikan sepotong roti cokelat pada Naveen, sebagai upah karena cowok itu telah menjadi sopirnya hari ini.
"Thank you," ucap Naveen sambil memasukkan roti ke mulutnya. Dia menghabiskannya secepat kilat, hanya sedikit tapi cukup mengenyangkan. "Lo nggak makan?" tanyanya.
Princess menggelengkan kepalanya. Dia memegang janjinya pada Giovani meski sebenarnya sangat lapar.
Naveen telah menghabiskan roti itu dengan beberapa kali kunyahan saja. Dia sudah menghidupkan mesin mobilnya tapi tetap dalam kondisi netral.
"Kok belum jalan?" tanya Princess setelah cukup lama mobil Naveen tak juga bergerak.
"Ada yang kurang," kata Naveen sambil menunjuk pipinya.
Princess memutar bola matanya, dia tak bisa menolak itu atau Naveen akan membiarkan mereka berdua terlambat sampai ke sekolah. Dia pun mendekatkan bibirnya ke pipi Naveen, berniat memberikan ciuman cepat, tapi...
Deg!
Saat bibir Princess nyaris menyentuh pipi Naveen, cowok itu menoleh sehingga ciuman mendarat ke bibir. Jantung Princess berdebar begitu kencang, matanya sampai berkedip-kedip tak percaya.
Ciuman bibir pertamanya, diambil oleh sahabatnya sendiri.
Begitu sadar dari keterpakuannya, Princess berniat menjauhkan wajahnya dan akan memaki Naveen habis-habisan. Tapi cowok sialan itu malah menahan tengkuknya, guna memperdalam ciuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendshit (KOMPLIT)
Teen Fiction(Bab Masih Lengkap) Mempunyai seorang sahabat yang sangat Famous di sekolah, bukanlah hal yang membanggakan bagi Princess. Malah dia merasa itu sangat menyusahkan. Setiap saat, ada saja cewek-cewek yang mengganggunya dengan menitip salam, surat, ata...
