Selamat menikmati 😍😍
🌺🌺🌺
Malam ini adalah malam minggu, Princess dijemput oleh Giovani untuk jalan-jalan keluar sekalian nonton. Lagi-lagi, Giovani menggunakan mobil OrangTuanya yang tergolong mewah, seakan begitu gengsi bila membawa mobil biasa saja untuk kencan malam ini.
"Kamu pengennya makan dimana?" tanya Giovani.
Emang ngaruh ya makan dimana? Toh menunya bakalan sama aja, nggak jauh-jauh dari Buah dan sayuran.
"Terserah Kak Giov aja," jawab Princess.
"Ya udah, kita cari-cari tempat sambil jalan ya," usul Giovani.
Princess mengangguk.
Tak lama kemudian ponsel Princess berbunyi, sebuah pesan WA dari Naveen. Princess pun membukanya dengan segera.
From: Naveen
Lo dimana?
Lagi keluar sama Kak Giov.
From: Naveen
Oh, oke.
Kenapa?
From: Giov
Kirain di rumah.
Tadinya mau ajakin jalan.
Princess tiba-tiba menemukan sebuah ide, demi membuag rasa bosannya. Ide ini sangat gila, bisa saja Giovani akan marah kalau cowok itu tau. Setelah menjalankan idenya itu, Princess hanya tinggal menunggu hasilnya saja. Dia memasukkan ponselnya sambil tersenyum sendiri.
"Sayang, kita mau makan dimana?" tanya Giovani.
Emang ngaruh ya dimana mereka harus makan? Karena toh makanan yang dipesan itu-itu aja, nggak jauh dari Buah dan sayuran kukus.
"Terserah Kak Giov aja, aku nurur aja."
"Gimana kalau kita makannya di Mall aja, jadi abis makan bisa langsung nonton," usul Giovani.
"Boleh juga, Kak. Ide bagus," sahut Princess. Dia tersenyum sendiri, Mall memang tempat yang paling masuk akal untuk melaksanakan idenya tadi. Jika di Mall, maka akan terkesan lebih natural sehingga Giovani tidak akan merasa curiga.
Begitu sampai pada Mall yang dimaksud, Giovani langsung menggandeng Princess ke dalamnya. Mereka mencari-cari tempat makan yang enak, lalu menemukan sebuah Restoran seafood yang cukup ramai oleh para pengunjung.
Begitu duduk, Princess mengeluarkan ponselnya. Dia mengirimkan lokasi keberadaannya pada Naveen, sesuai rencana mereka berdua.
Sementara Giovani, dia selalu saja mendominasi menu dengan menentukan sendiri makanan apa yang harus mereka makan. Tanpa bertanya apakah Princess ingin mencoba menu lain atau tidak.
Setelah pelayan Restoran pergi, Naveen memandang Princess yang terlihat tidak santai. "Kamu kenapa kayaknya gelisah banget?" tanyanya. Dia menggenggam tangan Princess, menggenggamnya dengan begitu erat.
Secara halus, Princess menarik tangannya terlepas dari genggaman Giovani. "Kak Giov, aku ke Toilet dulu ya," pamitnya.
"Oh iya," Giovani tersenyum pada Princess.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendshit (KOMPLIT)
Teen Fiction(Bab Masih Lengkap) Mempunyai seorang sahabat yang sangat Famous di sekolah, bukanlah hal yang membanggakan bagi Princess. Malah dia merasa itu sangat menyusahkan. Setiap saat, ada saja cewek-cewek yang mengganggunya dengan menitip salam, surat, ata...
