Princess merasa sangat malas saat Orang tuanya memaksa dirinya untuk ikut ke acara party rekanan papanya. Padahal biasanya, papanya itu tak pernah memaksanya untuk ikut karena tau acara-acara itu tidak cocok dengan Princess alias membosankan.
Namun kali ini berbeda. Princess diajak ke sebuah restoran mewah yang nampaknya disewa secara khusus sehingga tidak ada satupun pelanggan restoran makan di sana. Belum lagi dekorasinya yang tampak sangat indah, penuh bunga dan girly.
"Ini acara ulang tahun anak temen papa ya?" tanya Princess.
"Iya, acara ulang tahun," jawab Rayen cuek.
"Kita nggak dateng kecepetan, Pa? Kok masih sepi gini?" tanya Princess lagi.
Bahkan yang berulang tahun pun tidak ada di sana. Restoran itu masih terlihat sedikit gelap, hanya beberapa cahaya yang meneranginya.
"Sabar, nanti juga datang," bujuk Keyra.
Princess pun duduk dengan patuh, dia menoleh ke segala arah. Tak ada yang bisa dilihat kecuali cahaya redup dari minimnya lampu di atas sana. Dia mengira, Orang tuanya pasti datang terlalu cepat atau tidak melihat jam pada undangan lagi, ini memalukan.
Saat Princess ingin bertanya kembali, lampu tiba-tiba padam. Membuat Princess refleks ketakutan dan ingin memegang tangan Orang tuanya. Tapi kosong, Princess tak menemukan tangan Keyra ataupun Rayen di sampingnya. Dia cemas bukan main, ini seperti di film-film horor.
"Ma... Pa..." panggilnya sambil berdiri.
Ruangan di sana dingin, tapi Princess berkeringat saking takutnya. Dia tak tau harus bergerak kemana karena ini sangat gelap.
Tiba-tiba...
Lampu di ujung sana menyala, tepat di atas panggung yang telah tersedia kue ulang tahun berbentuk Princess di negeri dongeng. Princess tak melihatnya saat masuk tadi karena di sana gelap.
Penampakan indah dari panggung acara itu membuat Princess cukup terkesima dan melupakan gelap di sekitarnya. Sampai lampu kembali menyala menyorot perlahan pada sosok seorang cowok yang tengah menuruni tangga.
Mata Princess terbelalak lebar, dia mengenal cowok itu. Sangat mengenalnya.
"Naveen?"
Rasanya tak percaya. Bukan pada kejadian yang mengejutkan ini, tapi pada Naveen yang sedang berjalan layaknya cowok normal lainnya. Sejak kapan Naveen bisa berjalan?
Semua lampu menyala hingga ruangan itu menjadi terang benderang.
"Surpriseeeeee!!!" teriak semua orang hingga membuat Princess kaget.
Gelap telah menyembunyikan keberadaan Keke, Via dan Lori. Juga Orang tuanya. Mata Princess sampai berkaca-kaca dibuatnya.
Keke dan Via berlari mendekati Princess. Keduanya merangkul lengan kiri dan kanan gadis itu untuk dibawa menuju panggung. Pantas saja Keyra memaksa Princess memakai gaun super mewah pada malam ini, Princess sempat protes tadi karena baginya gaun itu berlebihan, dia akan terlihat seperti yang punya acara, bukan tamunya. Tapi Keyra tetap memaksa.
Saat berada di atas ke panggung, Princess menatap Naveen dengan seksama. Cowok itu berdiri dengan gagah, tampan dan mempesona. "Ka-kamu udah bisa jalan?" tanya Princess masih tak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendshit (KOMPLIT)
Teen Fiction(Bab Masih Lengkap) Mempunyai seorang sahabat yang sangat Famous di sekolah, bukanlah hal yang membanggakan bagi Princess. Malah dia merasa itu sangat menyusahkan. Setiap saat, ada saja cewek-cewek yang mengganggunya dengan menitip salam, surat, ata...
