🎈Kebohongan Princess

22.8K 2.1K 130
                                        

Princess terpaksa menginap di Rumah Naveen karena cowok itu melarangnya pulang. Naveen sampai menyuruh Mamanya untuk menelepon ke Rumah Princess meminta izin dirinya menginap di sana.

"Emang mau ngapain sih nyuruh gue nginep sini?" tanya Princess. Dia dan Naveen baru saja melakukan hal sinting, yaitu berciuman sampai bibir mereka mati rasa.

"ML yuk!" ajak Naveen tiba-tiba.

Princess menatap Naveen terkejut, pipinya sontak memerah. "Lo ngomong apa sih, Nav?" tanyanya malu.

"Kenapa? Nggak mau karena gue cacat?"

"Apaan sih!" Princess marah mendengarnya. Dia yang baru saja turun dari pangkuan Naveen, naik kembali. Sementara cowok itu cuma bisa berbaring dan pasrah.

Karena emosi, Princess kehilangan rasa malunya. Dia mengangkat kaus oblongnya naik ke atas kepala dan melepaskannya dari tubuhnya. Menyisakan bra hitam yang sangat Sexy.

"Anjir!" umpat Naveen dalam hati. Dia hanya main-main dan Princess menanggapinya dengan serius. Hanya kaki Naveen yang sulit digerakkan, yaitu dari lutut ke bawah. Sementara dari lutut ke atas, semua normal, termasuk alat vitalnya.

Princess menaikkan sebelah alisnya menantang Naveen, "kenapa diem?" tanyanya.

Naveen tetap diam, mengamati wajah menggoda Princess. Cewek itu nampak sangat marah sehingga tidak sadar kalau dia sedang memancing kejantanan Naveen.

Princess membungkuk, menciumi bibir Naveen dengan begitu bernafsu. Kali ini bukan ciuman seperti tadi yang mereka lakukan, melainkan dengan diiringi birahi besar yang tak akan mungkin bisa diredam lagi.

Naveen pun dikalahkan oleh nafsu yang sama. Selagi berciuman, tangannya bergerak membuka pengait bra Princess. Setelah terlepas, Princess menegakkan tubuh untuk melepaskan bra itu dari tubuhnya.

Demi apapun, ini pertama kalinya Naveen melihat payudara Princess. Begitu sempurna, membuat miliknya berkedut tidak karuan.

"Beutifull," puji Naveen.

Naveen menggerakkan tubuhnya untuk duduk, dengan Princess yang tetap berada di pangkuan. "aku bener-bener terlihat seperti orang cacat kalau cuma tiduran doang," ujar Naveen hingga akhirnya berhasil duduk dan bersandar pada kepala ranjang.

"Shut up!" Princess membungkam mulut Naveen dengan mulutnya. Dia benci jika cowok itu melontarkan kata-kata "cacat" dan semacamnya.

Mereka kembali berciuman, tangan Princess merangkul leher Naveen. Sementara tangan Naveen menyusuri punggung Princess yang sudah tak ditutupi apapun lagi.

Saat sedang bercumbu mesra, tiba-tiba ponsel Princess berbunyi. Dia terpaksa harus melepaskan ciuman dan meraih tasnya untuk mengeluarkan ponselnya. Tadi dia pikir Keyra yang menelpon, tadi ternyata Lori.

Naveen melirik layar ponsel itu. Dia tersenyum tipis, "angkat aja. Jangan jadi penjahat dengan bikin pacar lo itu cemas."

Princess memutar bola matanya, Naveen begitu menekankan kata "pacar" dan itu membuatnya tersindir.

"Angkat," suruh Naveen.

Princess pun menerima panggilan itu, dia melirik Naveen selagi telinganya fokus mendengarkan Lori.

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang