Naveen menjemput Princess ke kelas gadis itu untuk pulang bersama. Dia menunggu di depan pintu kelas, sengaja tak masuk karena lagi malas pada Princess.
Princess menepuk pundak Naveen. "Gue ikut Via, kita mau ke Mall," beritahu Princess.
"Kok nggak bilang dari tadi?" tanya Naveen sedikit marah. Jelas saja, dia sudah menunggu cukup lama dan tiba-tiba Princess bilang dia ingin pergi bersama teman-temannya.
"Sorry, keasyikan ngobrol jadinya lupa," kekeh Princess.
"Lo lupa kalau lo nggak boleh terlalu capek?" Naveen mengingatkan.
"Tenang aja Nav, nggak akan capek kok. Kita ke Mall cuma nongkrong, bukan jalan-jalan muterin Mall. Paling kita makan, atau nonton." Via menjadi moderator.
"Gue ikut," kata Naveen memutuskan.
"Ehh, jangan! Kalo lo ikut, lo akan jadi satu diantara keanehan," tolak Keke.
Naveen mengerutkan keningnya tak mengerti ucapan Keke.
"Maksud Keke, kita bertiga kan cewek nih, kalo lo ikut nanti kesannya kayak lo cowok sendirian. Emang lo mau?" Princess meralat dengan cara yang lebih mudah dicerna otak.
"Oke, gue bakal ajak Lori. Gampang, kan?" Naveen kemudian mengeluarkan ponselnya, dia akan menghubungi Lori.
Princess, Keke dan Via saling sikut, mereka bingung harus kasih alasan apa lagi agar Naveen tidak ikut. Soalnya rencana yang akan mereka jalankan ini bisa gagal kalau Naveen sampai ikut.
"Gue dikasih tugas buat jagain lo, gue nggak mau bikin Om Rayen kecewa," ujar Naveen yang setelah itu berjalan lebih dulu. "Lori udah nungguin di parkiran."
Ketiga cewek itu mendesah, pasrah pada keadaan. Mereka berjalan dengan langkah tak bersemangat mengikuti Naveen.
"Lo sih, harusnya tadi bilang aja mau ke salon, nggak mungkin dia ikut kan," Via menyalahkan Keke, dengan cara berbisik.
"Kenapa nggak lo aja tadi yang bilang gitu? Gue mana kepikiran. Apa yang ada di otal gue emang cuma itu," sahut Keke ikut berbisik.
"Udah, kalian berdua jangan saling salah-salahan gini, cari cara biar dia nggak jadi ikut," tuntut Princess.
"Aduh duh!" Keke tiba-tiba terduduk di lantai memegangi kakinya.
Princess dan Via saling tatap, bingung dengan apa yang sedang Keke lakukan. Mereka tidak tahu harus apa karena akting Keke ini tanpa diskusi lebih dulu.
Naveen menghentikan langkahnya, lalu berbalik melihat Keke. "Lo kenapa?" tanyanya.
"Aduuuuh, kaki gue terkilir nih. Sakit bangettt," rengek Keke, sangat lebay. Bayi berumur 5 tahun pun akan menertawakan aktingnya yang jelek itu.
Princess dan Via rasanya ingin mencekik Keke saja. Ratu drama itu harusnya tak melakukan hal ini, Naveen pasti curiga sekarang.
"Kok kalian berdua nggak bantuin dia?" tanya Naveen pada Princess dan Via.
Princess dan Via refleks duduk, lalu memegang kedua tangan Kekek untuk dibimbing berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendshit (KOMPLIT)
Teen Fiction(Bab Masih Lengkap) Mempunyai seorang sahabat yang sangat Famous di sekolah, bukanlah hal yang membanggakan bagi Princess. Malah dia merasa itu sangat menyusahkan. Setiap saat, ada saja cewek-cewek yang mengganggunya dengan menitip salam, surat, ata...
