🎈I miss you

18K 1.8K 76
                                        

Dengan penuh semangat, Princess kembali ke Rumah Sakit hari ini. Setelah semalam dia kesulitan tidur karena terlalu bahagia dan merindukan Naveen. Dia langsung duduk di samping ranjang, menatap Naveen dengan wajah berbinar-binar.

"Seneng banget kayaknya," goda Naveen.

"Iya dong! Temen berantem gue udah balik, siapa yang nggak seneng coba?" sahut Princess tersenyum lebar.

"Temen berantem apa temen ciuman?" goda Naveen lagi.

"Naveen, ih!"

"Hahahaha." saat sedang lepas tertawa, Naveen mengeluh kesakitan akibat tulang rusuknya yang retak itu belum sembuh.

"Jangan suka sembarangan deh," omel Princess khawatir.

Naveen terkekeh. "Cieeee mukanya sampe cemas banget gitu."

"Nyebelin!" Princess mencubut perut Naveen tanpa sadar.

"Aw... Aw... Sakit beneran," rintih Naveen sambil meringis.

"Hah, ya ampun aku nggak sengaja. Sakit ya?" wajah Princess kembali pucat, dia mengusap perut Naveen itu dengan lembut.

Naveen menahan tangan Princess, menggenggamnya dengan lembut. "Gue kangen banget sama lo. Entah ini yang keberapa gue bilang kangen, tapi sumpah gue nggak bohong."

"Lo pikir gue nggak?"

Naveen mengusap pipi Princess. "Setiap hari, gue selalu mikir gimana lo setelah gue nggak ada. Gue takut aja ngebayangin elo ngelakuin hal yang bodoh. Apa lo makan dengan bener. Apa lo rajin ke sekolah. Apa ada yang larang lo pakek pakaian sexy lagi. Lo deket sama siapa. Semua pertanyaan itu selalu muncul di kepala gue. Sampe-sampe gue nggak sadar aja badan gue udah berdarah-darah, mikirin lo adalah obat bius yang paling ampuh."

Princess begitu sedih mendengarnya, air matanya sampai menetes. "Nggak ada yang baik-baik aja. Gue emang melanjutkan hidup, mencoba buat bikin orang lain seneng, terutama Orang tua gue. Tapi tanpa mereka semua tau, di saat gue sendirian... Gue cuma inget nama lo doang."

Naveen mengusap air mata Princess. "Apa setiap kali lo sendirian, lo nangis kayak gini?"

Princess mengangguk. "Terkadang nangis lebih bikin hati kita lega, ketimbang pura-pura senyum, Nav. Di depan mereka gue pakek topeng, di belakang mereka gue jadi diri gue sendiri. Menurut lo mana yang lebih baik?"

"Jadi diri lo sendiri," jawab Naveen.

"Itu yang gue lakuin selama ini."

Naveen tersenyum. "Bisa bantu gue duduk nggak? Capek gue ngomong sambil liat ke atas terus," mintanya.

"Emang nggak papa?" tanya Princess ragu.

"Nggak papa lah. Apa-apa itu kalau gue berdiri, bisa patah kaki gue. Cuma duduk doang, ayo buruan."

Princess pun mencari tombol untuk menaikkan kepala ranjang agar Naveen bisa duduk. Dia meletakkan bantal ke belakang tubuh cowok itu untuk membuatnya nyaman. "Lebih enak?"

Naveen mengangguk. "Gue jadi bisa liat lo dengan jarak yang dekat."

Princess tersenyum mendengarnya.

"Lo tuh emang cantik banget, makanya gue selalu kangen."

Kedua pipi Princess sontak memerah, malu mendengarnya. Blushing adalah ciri khas seorang Princess ketika dia merasa gugup ditatap oleh orang yang dia sayang.

Naveen menarik tangan Princess agar lebih dekat dengannya. Lalu setelah dekat, tangannya berpindah melingkari pinggang belakang gadis itu, menekannya kian dekat padanya. "I miss you..." bisik Naveen.

"I miss you more..." jawab Princess.

Keduanya sama-sama mendekatkan wajah, saling menempelkan bibir dan berciuman. Princess tak perduli jika setelah ini dia akan dibenci oleh Lori seumur hidupnya. Karena dia sudah sangat merindukan Naveen. Dia membalas setiap lumatan bibir Naveen dengan sama bernafsunya, memainkan lidah mereka bersama-sama hingga gelenyar aneh di tubuh pun bangkit ke permukaan.

•✤✤••✤✤•

Hari sudah siang, Naveen pun telah selesai makan bubur yang disuapi oleh Princess. Hari ini, Princess menjaga Naveen secara total karena Orang tua Naveen sedang sibuk mengurusi proses hukum yang sedang bergulir.

"Makan udah. Minum obat udah. Berarti lo harus tidur siang sekarang," atur Princess.

"Eh, lo pikir gue balita yang tidur siang aja ada jamnya?" protes Naveen.

"Lo kan lagi sakit, Nav."

"Gue masih sangat sehat kalau pun lo mau ajakin gue ML," goda Naveen.

Princess melotot mendengarnya. "Suka sembarangan ya kalau ngomong," omelnya.

"Emang lo nggak mau?" tanya Naveen dengan serius.

"Nggak mau apa?"

"ML sama gue."

Princess seketika blushing. "Lo ngomong apa sih, Nav?" gugup.

"Gue pengen jadi yang pertama buat lo, dalam segala hal."

Princess menunduk, menatap ke arah lain. Dia merasa tak enak pada Naveen, karena merahasiakan hubungannya dengan Lori.

"Kenapa lo diem?"

"Gue..."

"Wohooooo!" suara seseorang dari balik pintu yang baru saja terbuka, membuat Naveen dan Princess menoleh. Keke lah pelakunya, dia datang bersama Via dan juga Lori.

"Naveeeeeeen," jerit Via histeria. Dia hendak memeluk Naveen, tapi urung ketika melihat berbagai macam perban menempel di tubuh cowok itu. "Nanti aja deh," ucapnya sambil melangkah mundur.

"Sumpah ya, Nav, kalau bukan lihat langsung, gue nggak akan percaya lo masih hidup," ujar Keke.

"Sama," timpal Via.

"Gimana kabar lo?" tanya Lori diikuti pukulan ringan pada lengan Naveen. Melihat Naveen meringis, Lori terkekeh dan bilang, "masih sakit ternyata."

"Saat gue sembuh, gue bakal patahin tulang lo," sahut Naveen geram. Udah tau dia masih sakit, malah dipukul.

"Lo ditanyain Miss Hera hari ini, lo pasti lupa ya kita ada ulangan?" tanya Keke pada Princess.

"Inget," jawab Princess.

"Wah parah, untung kita berdua bisa akting dengan bilang lo lagi sakit. Miss Hera percaya, katanya minggu depan lo bisa ikut susulan."

"Ini sebabnya gue beruntung banget punya kalian berdua," Princess tercengir pada dua sahabatnya itu.

Lori melirik Princess, merasa gadis itu mengabaikannya di depan Naveen. Membuat Lori jadi ikut-ikutan diam.

"Kalian nggak bawain gue apa-apa?" tanya Naveen.

"Emang lo udah bisa makan makanan dari luar?" tanya Keke balik.

"Emang besuk orang sakit harus bawa makanan doang? Kalian kan bisa bawain gue console game atau majalah otomotif dan sebagainya."

"Sakit ngelunjak," cibir Via.

Tawa pun pecah di sana.

Princess melirik Lori, cowok itu juga. Tak ada suara yang mereka ciptakan selain tatapan mata.

•✤✤••✤✤•

Follow Instagram Momi @shanty.etm

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang