🎈Ciuman Naveen

25.8K 2.3K 181
                                        

Naveen telah dipindahkan ke Ruang perawatan VIP di Rumah Sakit. Dia masih mengalami beberapa masalah pada tubuhnya, seperti kakinya yang dipasang gips dan belum bisa digerakkan sama sekali. Sementara luka-luka luar telah diobati, namun luka dalam masih perlu dikhawatirkan, terutama pada bagian kepala.

Princess menunggu giliran untuk bisa menemui Naveen. Saat ini dia mengizinkan Orang tua Naveen lebih dulu untuk masuk ke dalam, karena memang tak diperbolehkan lebih dari dua orang yang masuk. Dia dan Lori menunggu dengan sabar di kursi luar ruangan, dengan jantung berdebar-debar.

"Rasanya kayak mimpi ya, Lor. Baru aja kita berkumpul di pemakaman orang yang kita kira Naveen, tapi ternyata dia masih hidup. Aku bener-bener seneng banget," ucap Princess yang entah sudah berapa kali dia mengungkapkan rasa senangnya itu.

"Kamu bener. Sekolah sepi nggak ada dia, kamu tau sendiri aku nggak ada temen selain dia," sahut Lori.

"Kan ada aku," balas Princess sambil menatap Lori dengan senyuman.

Lori ikut tersenyum, dia membelai pipi Princess. "Iya, ada kamu," ulangnya. Keduanya bertatapan sangat dalam, seperti ada yang dibicarakan oleh mata.

Begitu pintu Ruangan Naveen terbuka, Princess dan Lori langsung berdiri. Mama Naveen keluar lebih dulu, langsung memeluk Princess. "Makasih sayang, berkat kamu semua jadi sesempurna ini," bisiknya.

"Tante, nggak cuma Tante yang sayang sama Naveen, Princess juga."

Mama Naveen menatap Princess dengan penuh rasa terimakasih. Tak lama, suaminya pun keluar dari sana dan bicara pada Lori. "Kamu masuk gih, Naveen nanyain kamu terus. Dia kayaknya lebih kangen kamu dari pada Om sama Tante," goda Mama Naveen.

"Hehehe, Princess masuk ya Tante," pamit Princess.

"Iya, Om sama Tante mau nemuin dokter dulu. Titip Naveen sebentar ya," minta Mama Naveen.

"Ah siap, Tante."

Princess dan Lori pun masuk ke dalam. Naveen menatap mereka berdua dan tersenyum tipis. "Kalian bikin gue sakit kepala," ujarnya.

Jantung Princess berdebar, dia melirik Lori dan berpikir apakah Naveen tau hubungannya dengan Lori?

"Lori, lo emang gila ya, kenapa lo anterin Princess kesana? Lo tau kan itu berbahaya," protes Naveen. Suaranya masih sangat lemah, tapi dia begitu bersemangat untuk protes.

"Menurut lo, apa dia bisa dicegah? Dia bakal pergi sendiri kalau gue nggak ikut," sahut Lori. Dia berdiri di sisi kiri ranjang, sementara Princess di sisi kiri.

Naveen menatap Princess yang cuma diam. Cewek itu sepertinya akan menangia, terlihat dari matanya yang berkaca-kaca. "Jangan nangis. Lo tau kan akgueu nggak suka kalo lo nangis?"

Apalah daya, air mata Princess jatuh. "Bodoh tau nggak, gue masih nggak habis pikir gimana mungkin Giovani bisa sekap lo kayak gini? Lemah banget sih!" marah Princess. "Lo harusnya bisa lawan dia, kenapa sampe..." Princess menunduk, isak tangisnya menyesakkan dada.

Naveen tersenyum lembut, dihapusnya air mata Princess dengan jarinya. "Maafin gue karena udah bikin lo cemas..."

Princess tak bisa menahan diri, dia memeluk Naveen. Tangisnya pecah dengan keras. "Jangan pergi lagi. Gue nggak akan sanggup kehilangan lo lagi," lirihnya.

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang