🎈Jadian

48.2K 3.7K 246
                                        

From: Kak Giov
Aku jemput ya besok.

Princess baru saja membaca chat itu saat bangun tidur. Dari waktu yang tertera di sudut chat, Giovani telah mengirimkan itu pada tengah malam dimana Princess sudah nyenyak pada mimpinya.

Sebelum membalas Chat dari Giovani, Princess lebih dulu menuliskan Chat untuk Naveen.

To: Naveen
Hari ini nggak usah jemput.
Gue bareng Kak Giov.

Setelah mengirimkannya, Princess menunggu. Tak kunjung ada balasan hingga akhirnya Princess menyadari kalau Naveen hanya membaca Chat tersebut. Princess pun mengirimkan Chat pada Giovani,

Oke.

Setelah itu Princess meninggalkan ponselnya ke atas kasur, dia masuk ke kamar mandi untuk segera bersiap ke Sekolah. Berbeda dengan saat Naveen menjemput, Princess biasanya akan santai saja karena tau sahabatnya itu datang jam berapa. Ini karena Giovani yang akan menjemput, Princess bersiap lebih cepat mengingat cowok itu selalu datang pagi ke Sekolah.

Selesai mandi, Princess pun langsung berseragam. Dia tak pernah memakai makeup kalau ke Sekolah, meski cuma bedak atau maskara transparan layaknya murid cewek zaman sekarang. Dia lebih suka tampil natural. Padahal peralatan makeup di atas meja riasnya begitu lengkap, apapun ada di sana.

Karena selesai bersiap terlalu cepat dan Giovani belum menjemput, Princess jadi bingung mau ngapain. Dia mengeluarkan ponselnya yang tadi sudah dimasukkan ke dalam tas, membuka WA. Ternyata Naveen benar-benar tak membalas chatnya tadi. Aneh sebenarnya, Princess lebih merasa galau karena Naveen tak juga membalas Chatnya. Sementara dia biasa aja pada Giovani yang akan menjemputnya.

Princess pun turun ke bawah untuk sarapan sambil menunggu jemputan. Jika biasanya dia selalu melewatkan sarapan, kali ini tidak. Dia duduk di Ruang Makan sambil menunggu Keyra selesai memasak nasi goreng.

"Tumben kamu ikut sarapan?" tanya Keyra.

"Belum dijemput," jawab Princess.

"Kamu yang terlalu pagi bersiapnya, Princess. Ini juga baru jam berapa," beritahu Keyra.

Princess tercengir, memang iya. "Salah perkiraan waktu, Ma."

"Mau nunggu nasi goreng atau makan roti kayak biasa?" tanya Keyra.

Satu hal yang tidak pernah berubah dari setiap jam makan, yaitu Keyra yang terus menyiapkan satu piring ke atas meja yang kursinya selalu kosong di sebelah Princess. Kursi itu bukan tempat Papanya, juga bukan tempat Mamanya, melainkan tempat untuk Saudara kembarnya yang sampai sekarang masih dicari keberadaannya.

"Makan roti aja Ma," jawab Princess.

Keyra pun membuatkan roti selai Strawberry kesukaan Princess. Dua potong roti, tapi Princess selalu mengambil satu. "Satunya buat kakak aja," ujar Princess sedikit menyindir Keyra. Dia kemudian membawa sepotong roti itu keluar dari Ruang makan dan duduk di sofa Ruang Tamu.

Keyra pasti sedih, Princess tau itu. Tapi dia merasa Mamanya selalu saja bersikap tidak seharusnya. Bukan hanya Mamanya yang kehilangan sosok saudara kembarnya itu, tapi dia juga. Bahkan Papanya juga.

•✤✤••✤✤•

Pergi ke Sekolah bersama Giovani, ternyata berbeda dengan saat pergi bersama Naveen. Mungkin benar karena Princess belum terbiasa aja, tapi kenyataannya pikiran gadis itu tidak berada pada tubuhnya. Dia malah bolak-balik melihat ponsel untuk memastikan apakah Naveen membalas chatnya atau tidak. Sudah dua hari dia dan Naveen bagaikan orang asing.

"Kamu kenapa sih? Aku perhatiin dari tadi gelisah banget," tanya Giovani.

Princess langsung menaruh ponselnya ke dalam tas dan menatap Giovani. "Sorry, nggak papa kok. Emm, by the way tadi Kakak mau ngajak kemana?"

Wajah Giovani langsung berubah jadi cerah. "Jadi gini, aku mau ajak kamu ke Party temen aku nanti malem. Kamu mau nggak?"

"Party?"

"Temen aku Ulang Tahun, jadi dia ngadain Party gitu," beritahu Giovani.

"Ohhh," Princess mengangguk, mengerti.

"So...?" Giovani menunggu jawaban.

"Aku pikirkan dulu ya, Kak. Nanti aku bakalan chat Kak Giov."

"Oke!"

Selama beberapa saat hanya ada suara radio mobil yang terdengar. Hingga akhirnya Giovani kembali berbicara, "tadi pagi sarapan kan?"

Princess mengangguk.

"Makan apa?"

"Roti."

"Lain kali makan salad aja, bikin kenyang juga kok. Atau besok-besok aku bawain aja buat kamu?"

Giovani memang sangat perhatian kalau soal makanan, tapi entah kenapa Princess merasa itu berlebihan. "Terserah Kakak aja."

"Ya udah, kalau gitu mulai besok pagi aku bakalan bawain kamu sarapan, jadi kamu nggak usah makan di rumah lagi."

Princess mengangguk.

Giovani meraih tangan Princess dan digenggam olehnya. Dia tersenyum pada pacarnya itu, terlihat sangat bahagia.

Pacar? Ya pacar. Semalam Princess menerima pernyataan cinta Giovani. Dia setuju untuk mencoba, meski hatinya belum sepenuhnya yakin. Lagian Giovani cowok yang baik, sama sekali tidak terlihat kalau dia ingin mempermainkan Princess.

Sekolah akhirnya gempar saat melihat Giovani menggandeng Princess. Gossip hangat pun tersebar mengenai mereka berdua yang jadian. Gossip itu juga sampai di telinga Naveen, Lori lah pembawa beritanya.

"Gue nggak perduli," kata Naveen saat Lori menceritakan soal Princess dan Giovani.

"Nggak perduli tapi kok kayaknya marah?" sindir Lori.

Naveen mendengus. Dia mengepal tinju yang tiba-tiba menghantam meja. Lori dan beberapa siswa di dalam kelas nampak terkejut karena tinjuan Naveen pada meja begitu keras terdengar, pasti tangan cowok itu sakit.

"Nav, sorry... Gue nggak bermaksud buat ngomporin lo. Tapi..."

"Gue udah bilang, gue nggak perduli. Terserah dia mau jadian sama siapa aja, itu bukan urusan gue."

"Iya-iya," Lori mengangguk sambil menepuk pundak Naveen. "Gue tau lo emang nggak perduli, lo kan nggak ada perasaan apapun ke Princess, jadi buat apa lo harus cemburu. Iya kan?"

Nafas Naveen memburu. Dia menepis tangan Lori di pundaknya lalu keluar dari dalam kelas.

•✤✤••✤✤•

Bila ada typo, beritahu Momi ya...

Suka part ini?
Atau
Nggak rela Princess sama Giov?

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang