🎈Penyakit Maag

28K 3K 60
                                        

Vote ya Vote...

🌺🌺🌺

Princess sedang berada di Ruangan UGD, Naveen tidak diizinkan masuk jadi dia menunggu di depan pintu kaca itu, sesekali mengintip dan mondar-mandir. Saat ini perasaannya bercampur aduk, antara cemas, takut dan juga marah. Ingin rasanya dia mencari Giovani saat ini juga, tapi tak bisa meninggalkan Princess karena rasa cemasnya yang jauh lebih besar.

"Eerrgghh!" Naveen memukul tembok dengan begitu keras. Membayangkan wajah Princess yang penuh memar membuat emosinya sulit dikontrol.

"Naveeeen," jerit Keyra dari kejauhan. Terlihat sekali wajahnya yang cemas, berlari dengan tangan dipegangi oleh Rayen. "Dimana Princess? Bagaimana keadaannya? Ini ceritanya gimana sih Naveen kok bisa kayak gini?" Keyra menodong Naveen dengan begitu banyak pertanyaan.

"Ma, nanyanya satu-satu," tegur Rayen. Meski Rayen pun sangat cemas, tapi dia bisa bersikap tenang.

"Tante duduk dulu ya," ajak Naveen, dia membimbing Keyra untuk duduk di kursi Stainless yang ada di dekat situ.

Rayen duduk di sebelah Keyra, mengusap punggung istrinya yang terus menerus menangis.

"Naveen nggak tau persis gimana ceritanya, tapi saat Naveen temuin Princess, dia udah dalam kondisi yang..." Naveen ragu mengatakannya. Dia tak ingin Keyra dan Rayen semakin cemas.

"Kenapa Naveen?!" jerit Keyra.

"Wajah Princess lebam, Tante..." jawab Naveen lirih.

"Apaaaa?! Gimana mungkin? Siapa yang melakukannya?! Oh Tuhan..." Keyra kalang kabut. Dia berlari ke pintu kaca, ingin masuk tapi ternyata dikunci.

"Naveen, kamu tau siapa pelakunya?" tanya Rayen geram. Keyra sudah mendekat kembali untuk ikut mendengar, dia sesenggukan dalam rangkulan suaminya.

"Naveen nggak tau, Om. Tapi Naveen mencurigai seseorang," jawab Naveen dengan yakin.

"Siapa?!" tanya Rayen dan Keyra bersamaan.

"Giovani!"

Rayen dan Keyra terguncang mendengar nama itu disebut. Mereka tau bila akhir-akhir ini Giovani dekat dengan Princess. Meski begitu, mereka tak mengenal Giovani terlalu jauh. Tak seperti mereka mengenal Naveen. Jangankan dimana rumah Giovani, anak siapa saja mereka tidak tahu.

"Kalau memang benar dia pelakunya, Om pastikan dia nggak akan bisa lolos dengan mudah," tegas Rayen dengan kedua tangan mengepal.

Naveen mengangguk.

"Naveen, apa Princese terluka parah?" tanya Keyra sesenggukan.

"Nggak Tante. Hanya sedikit lebam di pipinya aja," jawab Naveen.

Saat mereka sedang mengobrol, pintu UGD terbuka dan seorang dokter keluar dari dalamnya. Baik Naveen dan OrangTua Princess langsung mendekati Sang Dokter.

"Dok, anak saya... Bagaimana keadaannya?" tanya Keyra.

"Pasien bernama Princess?" tanya sang dokter. Soalnya di dalam sana tak hanya Princess seorang Pasiennya, jadi Sang dokter ingin memastikan lagi.

"Iya dok, dia anak kami," sahut Rayen.

"Baiklah. Bisa ikut ke Ruangan saya?" ajak sang dokter.

"Dok, ada apa? Apa anak saya..." suara Keyra tertahan oleh isak tangisnya yang kian menjadi.

"Ibu tenang, tidak terjadi apa-apa. Hanya saja ada hal serius yang ingin saya bicarakan sama Bapak dan Ibu."

"Lalu Princess?"

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang