Malam ini, Naveen terpaksa pergi sendirian ke pesta ulang tahun teman sekolahnya. Sebenarnya Naveen tak ingin pergi, tapi tak enak pada Lori karena yang sedang berulang tahun juga merupakan sepupunya Lori. Dia mengajak Princess untuk ikut, tapi gadis itu bilang ada acara keluarga di Rumah Tante Aila, bahkan dirinya diajak kalau mau ikut.
Karena belum membeli kado sama sekali, Naveen pun mendatangi sebuah pertokoan yang menjual berbagai macam kebutuhan kado.
"Halo, Mas ada yang bisa dibantu?" sapa salah seorang pegawai Toko.
"Saya mau cari kado, Mbak."
"Buat cewek atau cowok?"
"Cewek, Mbak."
"Pacarnya?"
Kepo banget sih!
"Bukan, temen. Temen sekolah, nggak terlalu dekat."
"Oh, oke. Kita punya banyak pilihan kado untuk seorang teman," ujar pegawai tersebut.
Diajaklah Naveen ke rak pajangan yang memamerkan berbagai benda berwarna pink dengan segala macam jenis. Ada jam tangan, aksesoris, dan masih banyak lagi.
"Boleh tolong Mbak aja yang pilihkan? Soalnya saya nggak terlalu ngerti," minta Naveen.
"Baik. Kalau saya jadi teman Mas, saya akan minta dibelikan boneka saja."
"Boneka?" tanya Naveen.
Pegawai tersebut mengangguk. "Kita punya berbagai macam pilihan boneka, dari yang kecil hingga besar. Dari berbagai jenis animal, flower, anime, Fairy tale..."
"Mbak pilihkan saja satu. Saya akan setuju apapun itu," potong Naveen.
Pegawai itu tersenyum. "Kalau begitu Mas boleh duduk dulu dan tunggu, saya akan segera membungkusnya."
Naveen pun duduk. Dia benar-benar bad mood, karena tak suka berada di tempat ini. Tak suka lantaran selama ini bila akan membeli sebuah kado, umtuk teman cowok sekalipun, selalu Princess yang memilihkan. Princess bukan tipikal yang banyak tanya, dia juga hanya akan duduk dan menunggu hasilnya.
Ngomong-ngomong soal Princess, Naveen jadi ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu. Dia pun mencoba menghubungi Princess, tapi ternyata tidak diangkat.
Naveen mencobanya lagi, hingga beberapa kali tetap saja panggilannya tidak diterima oleh Princess. Padahal bila hanya ke rumah Tante Aila, biasanya Princess tidak sesibuk ini.
To: Princess
Kamu lagi apa?
Kok gak angkat tlp?
Dia pun menyimpan ponselnya saat pegawai toko tadi telah kembali membawa sebuah kado persegi empat dengan bungkus berwarna pink. Naveen bersyukur kado itu tidak terlalu besar sehingga mudah membawanya.
Setelah membayar belanjaannya, Naveen langsung keluar dari Toko tersebut. Dia baru akan masuk ke mobil saat tak sengaja matanya melihat...
"Princess?"
Mata Naveen tidak mungkin salah. Dia benar-benar yakin gadis di seberang jalan itu adalah Princess. Gadis itu memakai pakaian Sexy, sedang bicara di samping mobil mewah bersama seorang Om-Om. Jarak Naveen dan gadis itu hanyalah terpisah oleh dua trotoar kecil berlawanan arah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendshit (KOMPLIT)
Teen Fiction(Bab Masih Lengkap) Mempunyai seorang sahabat yang sangat Famous di sekolah, bukanlah hal yang membanggakan bagi Princess. Malah dia merasa itu sangat menyusahkan. Setiap saat, ada saja cewek-cewek yang mengganggunya dengan menitip salam, surat, ata...
