Princess lupa menonaktifkan nada di ponselnya sehingga saat ada notifikasi masuk, suaranya terdengar nyaring di tengah malam seperti ini. Otomatis dia terbangun, langsung mencari-cari ponselnya itu dengan mata terpejam. Cahaya layar ponsel membuat Princess memicingkan mata, secara samar dia melihat nomor tak dikenal mengiriminya sebuah foto di WA. Sebanyak 5 foto Princess unduh karena penasaran, sambil menunggu sesekali matanya terpejam.
Setelah cukup lama, Princess membuka matanya kembali. Dia melihat malas pada layar ponsel. Foto pertama memamerkan wajah Giovani yang menjijikkan, membuat Princess begitu geram. Dia sudah akan menghapus isi pesan itu saat tak sengaja jarinya menggulir ke foto kedua.
Deg!
Princess seketika terduduk. Matanya tak lagi mengantuk, bahkan sangat terang untuk melihat siapa yang berada dalam foto itu.
Naveen?
Jantung Princess rasanya ingin berhenti saja. Bukan wajah tampan Naveen yang terlihat, melainkan wajah dengan lumuran darah dan tak berdaya. Terlihat di sana, kedua tangan Naveen diikat dengan rantai besi dalam posisi berlutut.
"PAPAAAAAA?!!!" teriak Princess begitu keras. Dia sangat histeris, ketakutan melihat kondisi Naveen yang tak bergerak.
Teriakan itu sudah pasti membangunkan semua orang di dalam rumah itu. Rayen dan Keyra langsung masuk ke kamarnya dengan wajah cemas luar biasa.
"Princess ada apa?" tanya Keyra yang langsung naik ke ranjang memeluk anaknya itu.
Sementara Rayen, berpikiran kalau ada orang di dalam sana yang ingin menjahati Princess sehingga dia mencari ke setiap sudut kamar, bahkan sampai ke kamar mandi. Tangan Rayen telah memegang pistol siap menembak siapa saja yang berniat menyakiti anaknya.
"Pa..." panggil Keyra dengan suara lemah.
Rayen langsung membalikkan badan dan menatap Keyra. Istrinya itu memberikan ponsel Princess padanya. Saa seperti Princess, Rayen pun kaget melihatnya. Matanya berapi-api, sangat marah.
Princess mungkin belum melihat foto ketiga, keempat dan kelima yang jauh lebih mengerikan lagi. Dimana Giovani terlihat memegang tongkat yang mengarah pada kaki Naveen.
"Kamu tenang aja, Papa akan cari dia!!" teriak Rayen hendak pergi.
Princess menangis histeris dalam pelukan Keyra. Baru saja anaknya itu menata hidup kembali, masalah baru malah muncul lagi.
Namun kemudian ponsel Princess berbunyi, berasal dari pengirim pesan tadi. Rayen meletakkan ke bibirnya, meminta Keyra dan Princess untuk diam dulu.
"Princess, kamu ngomong. Ma, kamu diem," suruh Rayen.
"Princess ayo..." bujuk Keyra.
Princess menahan tangisnya. Terlihat nafasnya tak beraturan. "Ha-halo," jawabnya tersendat-sendat.
"Hallo, my Princess," sapa suara di seberang sana.
Rayen dan Keyra menatap marah, tapi mereka masih harus mengendalikan diri.
"Bajingan, lo bukan manusia, Giovani! Lo apain Naveen, bangsat?!!" teriak Princess begitu marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendshit (KOMPLIT)
Teen Fiction(Bab Masih Lengkap) Mempunyai seorang sahabat yang sangat Famous di sekolah, bukanlah hal yang membanggakan bagi Princess. Malah dia merasa itu sangat menyusahkan. Setiap saat, ada saja cewek-cewek yang mengganggunya dengan menitip salam, surat, ata...
