🎈Secret admirer

66K 4.7K 64
                                        

Princess baru saja masuk ke kelas dan mendatangi kursinya, ada setangkai bunga mawar merah di atas meja. Dia menoleh pada para murid di kelas yang terlihat biasa saja, tak ada yang mencurigakan sama sekali. Juga, Maria sepertinya belum datang jadi pasti bukan para trouble maker itu yang mengerjainya.


"Cieeee bunga dari siapa tuh," goda Keke yang baru saja datang bersama Via. Dia mencomot Bunga Mawar itu dan menciumnya. "Hmm, asli nih!"

"Nggak perlu lo cium juga ketauan kali kalo itu asli," cibir Via.

"Hehehe. Dari siapa, Cess?" tanya Keke, kepo.

Princess mengangkat bahu. "Nyasar kali. Tiba-tiba ada di meja. Atau ada yang salah narok. Entahlah..."

"Wah, sayang banget nggak ada namanya," ujar Via sambil memperhatikan bunga itu.

Keke langsung mengambil paksa bunga dari tangan Via, "buat gue yak!" mintanya pada Princess.

"Serah," jawab Princess tak perduli.

Namun hari-hari berikutnya, Princess makin sering mendapatkan Bunga di mejanya setiap pagi. Kadang, setelah jam istirahat pun tiba-tiba di dalam tasnya ada Bunga. Atau ketika dia sedang Olahraga, di pintu loker miliknya pun tertempel bunga yang sama. Tak ada nama pengirimnya, juga tak ada tanda-tanda yang mencurigakan.

"Ini kerjaan siapa sih?" tanya Princess pada dua sahabatnya, sedikit mencurigai jangan-jangan mereka yang sedang mengerjai dirinya.

"Gue masih normal, Cess." Via mengangguk meyakinkan.

"Apalagi gue. Inget, gue punya gebetan cowok tulen." Keke pun ikut memasang wajah serius.

"Terus siapa dong?" tanya Princess putus asa.

Via dan Keke sama-sama ikut memikirkannya, mereka pun penasaran siapa di balik bunga-bunga itu dan apa tujuannya.

"Mungkin nggak sih, Naveen?" tebak Via.

"Nggak mungkin. Dia aja berangkat sekolah bareng gue, kapan dia sempet narok bunga coba?" tepis Princess.

"Kali aja dia nyuruh siapa gitu. Ya, kan?" Keke ikut mencurigai Naveen.

"Gue yakin bukan. Gue nggak lihat ada yang mencurigakan sedikitpun dari Naveen. Lagian buat apa coba dia ngelakuin ini? Motifnya nggak masuk akal," tepis Princess lagi.

"Tapi apa salahnya dia kita masukkan ke DPO," ujar Via mengusulkan.

"Apaan tuh?" tanya Princess dan Keke kompak.

"Daftar Pencarian Orang," jawab Via terkekeh.

Keke langsung mencebik. "Berasa ini tindakan Kriminal, Mbaknya?"

"Hehehe, seru kali. Kita kayak lagi main detektif-detektifan," ujar Via lagi.

Princess menggelengkan kepala. Dia masih memikirkan siapa yang harus dicurigai, karena tak mungkin seumur hidupnya dibodohi oleh bunga mawar yang entah siapa pengirimnya.

"Gimana kalau gini, kita besok datang lebih pagi aja. Diam-diam kita intip siapa aja yang masuk ke kelas dan narok bunga itu. Gimana?" usul Keke.

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang