🎈Meyra

30.2K 2.5K 79
                                        

Giovani membawa Princess ke Ruang bawah tanah untuk dipertemukan dengan Naveen. Sementara Lori tidak diizinkan ikut dan disekap oleh para kawanan Giovani di Ruangan lain.

"Kamu rindu sama Naveen, kan? Aku akan mempertemukan kalian, tenang aja..." ujar Giovani dengan nada yang lembut.

"Kamu apain Naveen?" tanya Princess begitu ketakutan.

"Kamu akan lihat sendiri nanti," jawab Giovani.

Langkah Princess terhenti ketika tak sengaja matanya menangkap sosok yang dia rindukan selama ini berada dalam keadaan yang mengerikan.

Naveen!

Princess seketika berlari mendekati Naveen yang terkulai lemas di lantai dengan kepala berlumuran darah. Sekujur tubuh Naveen yang tidak mengenakan atasan, nampak dipenuhi oleh luka-luka menganga yang masih baru, ada juga beberapa luka yang sudah mengering.

"Na-Naveen," panggil Princess dengan suara tercekat.

Sepertinya Naveen terkejut mendengar suara Princess hingga dia memaksakan diri mengangkat kepala untuk melihat kebenaran bahwa gadis itu memang berada di sana.

Princess menutup mulutnya saat melihat wajah Naveen lebih jelas, terlihat sangat lebam dari mata, tulang pipi, hingga bibir bengkak. Dia menoleh ke belakang dan menatap marah pada Giovani, "lo bukanlah manusia," desisnya.

"Hahaha, tanya sama dia, dia atau gue yang bukan manusia," sahut Giovani. "Oke, kalian gue kasih kesempatan untuk kangen-kangenan. Tapi ingat, waktu kalian cuma 1 jam, setelah itu kita akan bermain sayang..."

Naveen terlihat marah, tapi dia sangat lemah saat ini. Untuk bergerak saja kekuatannya sudah tidak ada, apalagi untuk menghajar Giovani.

Tawa Giovani pun lenyap beserta kepergian cowok itu.

Princess membantu Naveen untuk duduk, dia menangis sesenggukan dan memeluk cowok itu. "Gue pikir lo udah nggak ada, makasih karena sekarang gue bisa lihat lo hidup."

"Ngapain... Lo... Ke sini?" tanya Naveen, suaranya begitu serak.

"Buat selametin lo, bodoh!" bentak Princess. Dia melepaskan pelukan dan membenahi rambut Naveen yang menutupi mata. "Apa ini sakit banget?" tanya Princess begitu pedih, bahkan sekujur tubuhnya merinding melihat semua luka di tubuh Naveen.

"Gue nggak papa. Lo harus pulang. Jangan bertindak bodoh, Princess."

Princess menggigit bibirnya. Selama lebih dari empat bulan Naveen dinyatakan meninggal dunia, hingga semua orang dirundung kesedihan dan duka yang mendalam. Tapi ternyata, selama itu Naveen justru mendapatkan perlakuan yang lebih mengerikan dari sekedar meninggal dunia.

"Jangan nangis," Naveen masih bisa mengangkat tangannya dan mengusap air mata Princess. "Lo harus pulang..."

"Berhenti nyuruh gue pulang, Naveen! Gue kesini buat lo, ngerti?!" bentak Princess kembali.

"Jangan Princess, dia bukan manusia. Gue nggak akan bisa lihat Lo diapa-apain sama dia, tolong..." Naveen merintih kesakitan.

"Kita berdua akan keluar dari sini hidup-hidup atau mati bersama. Hanya itu pilihannya, Naveen." Princess mengatakannya dengan penuh penekanan.

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang