Akhir-akhir ini, Princess dan Giovani jadi sering berbalas Chat. Princess mulai merasa nyaman dengan cowok itu, terlebih pada sikap Giovani yang menurutnya cukup dewasa dalam hal berpikir. Gossip tentang kedekatan Princess dan Giovani pun sudah sangat viral di Sekolah, banyak yang akhirnya yakin kalau memang Naveen dan Princess selama ini cuma sahabat.
From: Kak Giov
Cobain Gado-gado.
Princess tersenyum membacanya. Dia seperti anak kecil sekarang, pola makannya diatur oleh Giovani. Kata cowok itu, Princess nggak boleh terlalu sering makan-makanan berminyak, berlemak dan mengandung banyak kolesterol. Dia harus belajar hidup sehat agar tubuhnya tetap Fit di masa depan.
"Ehm, akhir-akhir ini Princess kayak punya dunianya sendiri. Biasanya kalo lagi ngumpul gini nggak pernah main hape," sindir Lori.
Naveen menoleh pada Princess, wajahnya terlihat tidak menyukai itu. Dia tau apa yang menyebabkan Princess berubah, pasti karena Giovani.
Princess yang mendengar itu cuma terkekeh dan tetap terfokus pada layar hape. Dia sibuk mengetik, jari-jari rampingnya itu nampak begitu lincah.
"Main hapenya bisa nanti nggak?" tanya Naveen akhirnya.
Princess menoleh pada Naveen, dia tersenyum lebar sambil memasukkan ponsel itu ke saku seragamnya. "Ini udah selesai," katanya dengan santai.
"Princess mau makan apa? Hari ini jatah gue yang pesenin makan," kata Lori menunggu.
"Gado-gado aja. Bilang ke Mbak-nya jangan terlalu pedes, kacangnya sedikit aja."
"Oke!" Lori pun segera berjalan ke counter untuk memesan makanan mereka semua.
"Sejak kapan makan Gado-Gado?" tanya Naveen. Biasanya Ptincess lebih suka Bakso, setiap jam istirahat dia tak pernah absen memakan makanan yang terbuat dari daging itu.
"Sekali-sekali nyobain yang lain nggak ada salahnya, kan? Lagian ini juga buat kesehatan," jawab Princess secara bijak.
Ponsel Princess kembali berbunyi dan gadis itu langsung melihatnya. Dia kembali tersenyum pada layar ponsel, jarinya kembali menari-nari di sana.
Naveen menoleh ke belakangnya, ada Giovani yang sedang duduk sendirian juga sambil tersenyum sendiri pada layar ponsel.
"Kenapa nggak duduk sama dia aja?" tanya Naveen dengan tatapan tajam.
"Gue kan udah janji sama lo, gue akan tetap sama lo seperti biasa," jawab Princess.
Naveen tersenyum sinis. "Kalo lo merasa terpaksa duduk di sini sama gue, mending lo pindah deh ke meja dia. Gue nggak masalah kok."
Nyelekit, kata-kata Naveen itu terasa menikam jantung Princess. Membuat gadis itu benar-benar menaruh ponselnya ke atas meja dalam posisi Off. "Lo kenapa sih selalu aja protes. Gue udah di sini sama lo, kenapa masih dipermasalahkan juga?" tanya Princess sedikit tersinggung.
"Percuma, tubuh lo di sini tapi pikiran lo nggak. Gue kayak ngeliat orang lain sekarang." Naveen tiba-tiba berdiri, lalu berjalan meninggalkan tempat itu.
Lori yang baru aja dateng beserta nampan di tangannya, terkejut melihat Naveen pergi. Ekspresi dari wajah Princess juga sepertinya bilang kalau keduanya sedang bertengkar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendshit (KOMPLIT)
Novela Juvenil(Bab Masih Lengkap) Mempunyai seorang sahabat yang sangat Famous di sekolah, bukanlah hal yang membanggakan bagi Princess. Malah dia merasa itu sangat menyusahkan. Setiap saat, ada saja cewek-cewek yang mengganggunya dengan menitip salam, surat, ata...
