🎈Giovani

36.9K 2.9K 42
                                        


N

aveen benar-benar terganggu oleh gadis yang sangat mirip dengan Princess tadi. Dia jadi teringat pada Video ancaman yang pernah Princess bilang waktu itu. Apakah itu adalah gadis yang sama dengan yang di Video milik Giovani?

Sampai saat ini Giovani masih menjadi buronan, dia pasti dilindungi oleh Orang tuanya. Karena tidak mungkin Giovani hilang begitu saja dan Orang tuanya nampak sangat tenang. Hanya Giovani lah kuncinya, tapi kemana Naveen harus mencari cowok itu?

"Aarggh!" Naveen memukul setir karena kesal pada dirinya sendiri. Dia harusnya tak terlalu memikirkan ini karena faktanya gadis itu bukanlah Princess. Tapi entahlah, otak Naveen terus saja merekam wajah serta penampilan gadis itu hingga selalu melintas di kepalanya.

Begitu sampai di kediaman Laura, Lori lah yang lebih dulu menyambut ketimbang yang punya acara. Sejenak Naveen melupakan kegundahannya, mumpung ada Lori dia ingin membuat sahabatnya itu menjadi pesuruh.

"Nih, lo aja yang kasih ke Laura," suruh Naveen, memberikan kado ke tangan Lori.

"Loh, kenapa gue? Emang lo nggak mau kasih selamat ke dia?" tanya Lori bingung.

"Lo tau kan sepupu lo itu selalu besar kepala kalau gue bersikap baik sama dia? Apalagi kalau gue kasih kado, bisa tambah kepedean dia nanti."

Lori cekikikan. "Lo lupa kalau Laura juga mantan lo?" ledeknya.

"Mantan yang paling gue sesali seumur hidup," tegas Naveen. "Kalau gue tau sejak awal dia sepupu lo, nggak akan gue pacarin dia."

"Hahaha. Masih aja lo ngerasa nggak enak sama gue. Tenang, Nav, urusan asmara lo sama dia itu bukan urusan gue. Masalah lo mutusin dia sampe dia depresi, itu juga bukan urusan gue. Persahabatan kita nggak akan renggang."

Naveen tersenyum lebar mendengarnya, dia memang selalu merasa tak enak pada Lori selama ini gara-gara Laura.

"Ya udah masuk, temenin gue di dalem. Bete gue sama temen-temen dia yang kayak cabe," ajak Lori.

"Bukannya cabe kesukaan lo?"

"Gue suka sambel, bukan cabe," tegas Lori.

"Hahahaha."

Naveen menunggu di stand minuman saat Lori meletakkan kado darinya di tumpukan kado-kado Laura. Cewek itu menatapnya dengan senyum genit dan segera Naveen mengalihkan muka agar tak melihatnya. Kisahnya dengan Laura tak seindah sepasang kekasih pada umumnya. Naveen dibuat ilfeel di jam pertama ketika dia jadian dengan Laura. Laura tak semanis yang terlihat, gadis itu teramat kasar saat bicara dan itu membuar Naveen tak suka. Gara-garanya ada cewek yang menyapa Naveen, Laura langsung mencak-mencak dan mengatai cewek itu dengan segala macam isi di kebun binatang. Cowok manapun pasti ilfeel bukan?

Lori kembali ke Naveen, dia sejak tadi sudah merasa ada yang aneh pada ekspresi sahabatnya itu. "Lo kenapa sih? Ada masalah?" tanyanya.

Naveen mengambil segelas minuman berwarna orange, menenggaknya sedikit. "Gue pengen cari sendiri keberadaan Giovani," beritahunya.

Lori terkejut mendengarnya. "Bukannya lo bilang bokapnya Princess lagi urus ini?"

"Gue nggak bisa nunggu gitu aja, Lor. Meski sepenuhnya Princess udah sembuh, dari segi fisik maupun psikis. Gue tetep nggak bisa terima dia nyakitin Princess. Ditambah lagi..."

"Ditambah lagi?" Lori menuntut.

"Ada yang belum gue ceritain ke elo."

•✤✤••✤✤•

Princess baru saja selesai mandi, dia baru saja pulang dari Rumah Tante Aila dan merasa sangat gerah. Jam sudah menunjukkan angka 11 malam, tapi udara masih begitu panas.

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang