🎈Dia bukan manusia, Pa!

32.9K 2.6K 97
                                        

DOR!!

Suara tembakan itu mengagetkan semua orang, hingga tak lama setelah itu Giovani tiba-tiba terjatuh ke lantai dengan tubuh tergeletak bersimbah darah di bagian dada.

"ANGKAT TANGAN KALIAN SEMUA!!"

semua kawanan Giovani langsung mengangkat tangan, wajah mereka begitu kaget hingga tak ada satupun yang berani melawan. Terutama saat melihat Boss mereka telah tak bergerak lagi.

"Papa..." lirih Princess tersisak.

Rayen dengan cepat langsung mendekati Princess dan memeluknya. "Kamu nggak papa sayang?" tanyanya khawatir. "Maaf Papa datang terlambat," bisik Rayen menciumi kepala Princess.

"Makasih Papa udah dateng," balas Princess tak kalah sedih, dia memeluk Rayen dengan penuh kelegaan.

Rayen melepaskan jaket kerjanya dan menyelimuti tubuh Princess. "Lain kali jangan bertindak tanpa memberitahu Papa lebih dulu, Nak. Ini sangat berbahaya," mintanya.

"Maafin Princess..."

"Nggak papa, kamu baik-baik aja, Papa nggak akan menyalahkan kamu."

Princess kemudian teringat pada Naveen dan langsung berlari mendekati cowok itu. Naveen sedang dibantu oleh anggota yang dibawa oleh Papanya.

"Naveen," Princess langsung memeluk Naveen.

"Bodoh... Bodoh..." ucap Naveen dengan suara nyaris tak terdengar. Kemudian cowok itu tak sadarkan diri karena sudah sangat lemah.

"Pastikan dia tidak bernafas lagi," ujar Rayen pada Teamnya mengenai Giovani.

Princess menoleh pada wajah Giovani yang terpejam, tak bergerak sama sekali. Papanya mungkin telah membunuh cowok itu, tapi Princess tetap merasa belum puas. Dia marah karena Naveen diperlakukan dengan keji. Maka tanpa berpikir panjang, Princess merampas pistol Papanya dan hendak menembak kepala Giovani, tapi dengan cepat Rayen menghalangi sehingga tembakannya mengenai lantai di sisi kepala cowok itu.

"Princess!" marah Rayen.

"Dia bukan manusia, Pa! Dia nggak boleh dibiarkan hidup!!" teriak Princess emosi.

"Sudah, itu urusan Papa. Kamu tenang aja, papa nggak mungkin biarkan dia hidup," sentak Rayen. Dia tak ingin tangan anaknya dikotori oleh noda hukum.

Mendengar itu, Princess kembali pada Naveen, mengikuti langkah para Team papanya yang membawa Naveen keluar dari sana. Tapi kemudian dia teringat sesuatu, yang membuatnya kembali menoleh pada Papanya. "Pa, Lori..."

"Dia aman. Dia ada di mobil bersama Team Papa yang lain," beritahu Rayen.

Princess pun merasa lega. Dia berlari cepat menyusul rombongan yang membawa Naveen. Mensejajari cowok itu dengan hati yang begitu cemas.

Begitu keluar dari Villa, Lori langsung mendekati Princess dengan wajah cemas. Sejak tadi dia begitu gelisah, ingin ikut menyelamatkan Princess tapi Rayen melarangnya.

"Kamu nggak papa?" tanya Lori sambil menangkup kedua pipi Princess.

"Aku nggak papa," jawab Princess lega. "Naveen," ucapnya sambil menatap ke arah Naveen yang dibawa dengan tandu.

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang