🎈Awkward

55.2K 2.7K 205
                                        

Selamat membaca ya... BTW Next part sudah ending, mau di UP Kapan?

✰✰✰

Hari ini, setelah pulang dari Rumah Naveen, Princess menebus rasa bersalahnya pada Lori dengan mengajak cowok itu ketemuan. Mereka pun jalan-jalan ke Mall untuk nonton Film terbaru.

Lori merasa Princess berbeda, gadis itu kembali ceria dan bahkan tak henti-hentinya tertawa. Membuat Lori sadar kalau mood Princess memang dipengaruhi oleh Naveen.

"Nggak ada film bagus, kita makan aja gimana?" Tanya Princess antusias. Mereka sudah masuk ke dalam bioskop, melihat ada film apa aja tapi ternyata tidak ada yang menarik.

"Oke," sahut Lori.

Princess pun menarik tangan Lori menuju ke Restoran Jepang yang berada tak jauh dari sana. "Aku lagi pengen makan sushi," beritahu ya.

Lori mengangguk patuh.

Princess dan Lori pun duduk berhadapan di satu meja bundar dari Restoran Oriental tersebut. Princess lah yang mendominasi pesanan, Lori ikut aja apa yang Princess pesan.

Saat Princess sedang mendongak menyebutkan pesanan pada sang waiter, mata Lori tak sengaja menangkap sebuah tanda merah keunguan berbentuk bulat di sekitar leher Princess. Tanda yang begitu jelas dan terlihat masih sangat baru. Tanpa sadar kedua tangan Lori mengepal, dia bukan cowok bodoh sehingga tidak mengetahui tanda apa itu.

"Kamu beneran nggak papa aku pesen itu?" Tanya Princess.

Lori menaikkan pandangannya ke wajah Princess, dia mengangguk. Matanya terus menatap wajah cantik itu sampai yang ditatap membalas sama lekatnya.

"Kenapa sih?" Tanya Princess.

"Nggak papa," jawab Lori sambil tersenyum.

Princess tak hanya mengenal Lori satu atau dua hari, dia tau bagaimana sifat cowok itu. Lori biasanya tak pernah berhenti ngomong, kini berubah menjadi sangat pendiam. Bahkan beberapa kali kepergok melihat ke arahnya terus menerus, seakan ada sesuatu yang salah.

"Ada masalah?" Tanya Princess lagi.

"Semalem, tidur sama siapa?" Tanya Lori, sengaja memancing. Pancingannya dimakan Princess, wajah cewek itu seketika gugup.

"Emm, sama Kaila. Emang sama siapa lagi?" Bohong Princess, dia menyedot minumannya sampai habis untuk menutupi rasa gugup.

"Ngapain aja?"

"Kamu pasti Taulah kalau cewek udah ngumpul kayak gimana. Ngobrol semaleman, bahas semua hal." Lagi-lagi Princess berbohong.

Lori tersenyum tipis.

Makanan pun datang. Princess mengambil penjepit rambut, lalu menggelung rambutnya ke atas dan menjepitnya.

Mata Lori kembali disuguhkan dengan pemandangan kiss mark dari leher jenjang Princess yang terbuka jelas. Tak hanya satu, tapi banyak di sekitar leher depan hingga bawah telinga. Nampaknya yang dilakukan Princess tadi malam sangatlah berkesan.

Jadi itu sebabnya Lori mendengar suara Princess seperti tersengal-sengal tadi malam?

"Abis makan kita mau kemana?" Tanya Princess dengan mulut yang dipenuhi oleh sushi.

"Ke Rumah Naveen aja."

"Uhukk!!" Princess seketika tersedak. Dia buru-buru minum karena tenggorokannya terasa sakit. Dia menatap Lori yang juga sedang menatapnya. "Ke-kenapa harus kesana?" Tanyanya gelagapan.

"Emang kenapa? Dia sahabat kamu, sahabat aku juga. Aku nggak mau hubungan kita semua hancur," ujar Lori, terdengar tajam.

Princess kehilangan selera makan. Dia merasa ada yang aneh dengan Lori. Apakah cowok itu tau sesuatu?

•✤✤••✤✤•

Lori benar-benar mengajak Princess ke Rumah Naveen. Untunglah Orang tua Naveen sedang pergi, jadi tidak akan kaget melihat Princess datang kembali padahal semalam sudah menginap.

Karena Naveen tidak bisa turun ke bawah, maka keduanya naik ke kamar Naveen.

"Pa kabar Lo," sapa Lori, masih seperti ciri khas Lori ketika bertemu Naveen.

"Dateng berdua?" Tanya Naveen, melirik Princess sesaat.

"Iya," jawab Lori. "Ngapain aja Lo di kamar, nggak bosen?"

"Kalau gue bisa lompat, gue lebih milih itu ketimbang duduk doang kayak gini," sahut Naveen.

"Udahlah sabar aja, nanti juga bisa lompat lagi lo. Kita bakal lomba lari nanti."

"Halah, Lo bukan lawan yang seimbang," cibir Naveen.

Seketika persahabatan itu kembali, meski sempat ada masalah tapi saat bertemu kembali, mereka nampak baik-baik saja. Ternyata persahabatan para pria itu seperti itu, mereka tak perlu menyebutkan kata maaf untuk berdamai kembali.

Princess sejak tadi diam saja, dia berada di situasi paling awkward selama hidupnya. Ada Naveen, cowok yang dia cintai dan baru saja melakukan hal gila bersamanya semalam. Lalu ada Lori, pacarnya, yang meski tidak Princess cintai, tapi bermakna penting dalam hidupnya.

"Kenapa diem aja?" Tanya Lori pada Princess. "Kalian nggak cocok diem-dieman kayak gini. Nggak ingat gimana dulu?"

Princess dan Naveen hanya saling lirik sebentar, tersenyum tipis, lalu membuang muka. Dan hal itu membuat Lori tersenyum miris pada dirinya sendiri.

Princess dan Naveen mungkin tidak akan pernah bilang soal semalam, tapi jepit rambut yang berada di dekat bantal guling Naveen mengatakan segalanya lebih jelas. Jepit rambut berwarna hitam itu sama persis dengan yang Princess pakai saat ini, Lori ingat Princess membeli itu saat mereka jalan-jalan ke Mall dulu. Lori yang memilihkannya, motif mutiara yang bertabur di badan jepit itu sangat terlihat cantik.

Sekali lagi, Lori harus menelan bulat-bulat fakta pahit itu. Dia yakin, Naveen dan Princess semalam berada di kamar ini, di ranjang yang sama.

"Woi, malah Lo yang bengong!" Naveen melempar Lori dengan bantal.

Lori sedikit kaget, kemudian bisa menyesuaikan diri kembali dengan melempar balik bantal itu ke Naveen. "Jangan macem-macem sama gue," ancamnya bercanda.

"Gue masih punya tenaga cuma untuk bikin Lo babak belur," balas Naveen.

"Hahaha, coba sini," tantang Lori.

Refleks, Naveen berniat berdiri, dia lupa kalau kakinya masih lemah. Nyaris saja dirinya jatuh dan Princess pun hampir memegangi tangannya. Lori tersenyum samar melihat itu.

"Lemah!" Ejek Lori, agar tak terlihat dirinya sedang terluka. Dia mendatangi Naveen, lalu memiting kepala sahabatnya itu dengan satu tangan. Naveen yang tak terima langsung membalas Lori dengan memilin tangan Lori ke belakang tubuh.

Princess menghela nafas, dia tak bisa terus berada dalam situasi ini. Demi kebaikan mereka bertiga, Princess memutuskan sesuatu.

•✤✤••✤✤•

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang