"Kalo lo bisa tahan sama apa yang gue lakuin, artinya lo emang nggak punya perasaan apapun ke gue. Tapi kalo lo nolak, artinya lo takut mengakui perasaan lo itu."
-Naveen-
♣️♣️♣️
Malam ini, Naveen bertamu ke kamar Princess. Dia memang sangat suka berada di kamar yang terlalu girly itu. Karena di sana, Naveen bisa menjadi dirinya sendiri. Sebab kalau di rumah, Naveen dilarang merokok oleh OrangTuanya. Merokok ciri laki sejati, menurut Naveen. Hanya saja, di rumahnya ada Navisha, adiknya Naveen yang mengidap Asma.
Dan sekarang, Naveen tengah duduk santai di balkon kamar Princess sambil menghabiskan berbatang-batang rokok.
"Tumben nggak jalan sama stok cewek lo," sindir Princess setelah datang membawa secangkur kopi kesukaan Naveen.
"Lagi nggak ada," jawab Naveen. Dia menyesap dalam-dalam rokoknya, lalu menghembuskan kepulan asap dari mulutnya.
Hebatnya seorang Princess, dia hanya mengibaskan asap rokok di depan wajah dengan menggunakan tangan. Tanpa mengeluh, protes, apalagi sok anti asap seperti cewek kebanyakan. Makanya, Naveen betah bersama Princess.
"Lo sendiri kenapa nggak jalan sama Giov?" tanya Naveen balik.
"Dia belum pulang."
"Ohh."
"Nav, lo percaya nggak kalau bintang jatuh bisa kabulin permintaan kita?" tanya Princess sambil memandang langit yang sedang cerah bertabur banyak bintang.
"Nggak," jawab Naveen.
"Kenapa?" Princess menoleh pada Naveen.
Naveen meletakkan puntung rokoknya ke dalam asbak. Dia berdiri di sebelah Princess sambil melihat ke langit. "Pertama, karena gue nggak pernah lihat bintang jatuh. Kedua, kalau gue lagi ingin sesuatu, gue bakal berusaha buat dapetin, bukan nungguin bintang jatuh dulu."
Masuk akal.
Princess menghembuskan nafasnya. Dia menatap langit kembali. Dia pun sama, tak pernah melihat benda langit itu jatuh, hanya pernah melihatnya di film-film tapi pastinya itu bohongan. Logikanya Bintang Jatuh tidak akan pernah bisa mengabulkan permintaan seseorang, musyrik.
"Dingin ya," kata Princess sambil memeluk tubuhnya sendiri.
Naveen kemudian berdiri di belakang Princess dan memeluk cewek itu. Dia menyanggakan dagunya ke pundak Princess, membuat pipi mereka bersentuhan. "Lori suka sama lo," bisiknya.
Princess merinding merasakan nafas Naveen menyentuh lehernya. "Terus kenapa?"
"Jangan mau."
"Kenapa?"
Naveen tak menjawab. Dia makin erat memeluk Princess, merasakan aroma yang amat dia sukai begitu dekat dengan hidungnya.
"Lo kan udah punya Giov," ujar Naveen lagi.
"Lo udah pacaran sama banyak cewek, gue baru satu," keluh Princess.
"Cowok yang suka sama lo di sekolah kan banyak, kenapa pada lo tolak?"
Princess sedikit mengangkat bahunya. "Nggak tau, nggak ada yang gue suka."
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendshit (KOMPLIT)
Fiksi Remaja(Bab Masih Lengkap) Mempunyai seorang sahabat yang sangat Famous di sekolah, bukanlah hal yang membanggakan bagi Princess. Malah dia merasa itu sangat menyusahkan. Setiap saat, ada saja cewek-cewek yang mengganggunya dengan menitip salam, surat, ata...
