🎈Princess kembali

22.2K 1.9K 48
                                        

Di mobil, Lori benar-benar diam. Dia tak bicara sepatah kata pun, padahal biasanya Lori lah yang paling pandai mencari topik untuk dibicarakan. Kali ini sepertinya dia marah karena tadi Naveen mencium bibir Princess.

"Lor, soal yang tadi..."

"Nyampe rumah kamu harus makan. Aku nggak mau kamu sampe sakit," potong Lori.

Princess merasa semakin bersalah. Dia menatap Lori yang terus melihat ke jalanan tanpa mau menoleh padanya. "Maaf..." ucapnya sungguh-sungguh.

"Maaf buat apa?" kali ini Lori menoleh pada Princess, meski cuma sebentar.

"Buat apa yang kamu lihat tadi," jawab Princess.

Lori tersenyum tipis, terkesan sinis. Terlihat jelas dia sedang marah dari caranya mencengkram pegangan setir dengan begitu kuat.

"Tadi itu..."

"Nggak usah dibahas. Aku nggak mau egois, aku bakal coba ngertiin semua yang mungkin akan lebih buruk dari itu," potong Lori kembali.

"Aku sama Naveen cuma sahabatan, nggak lebih."

"Aku tau, Princess. Bahkan gimana persahabatan kalian selama ini pun, aku tau. Kamu nggak perlu cemas, aku bukam tipikal cowok posesif yang akan larang kamu bersahabat sama Naveen."

"Nggak akan terjadi apa-apa sama kita," Princess ingin meyakinkan Lori, tapi nyatanya dia lebih ingin dirinya yang diyakinkan. Kehadiran Naveen membuatnya bimbang, seakan cinta yang pernah dia pendam berusaha keluar menemui pemiliknya.

"Semoga aja itu bener," sahut Lori akhirnya.

Mobil sampai di depan Rumah Princess, pintu pagar langsung dibuka oleh satpam di dalam.

"Nggak mau masuk dulu?" tanya Princess.

"Salam buat Mama kamu," itu penolakan secara halus. "Aku mau ke Rumah sakit lagi," beritahunya, agar Princess tak berpikir macam-macam.

"Ke Rumah sakit?" seketika Princess cemas dan itu terlihat di mata Lori.

Lori tersenyum tipis. "Kamu tenang aja, aku nggak bilang ke Naveen soal hubungan kita. Aku bakal kasih kamu kesempatan untuk bilang sendiri ke dia nanti. Aku kesana karena masih harus denger banyak hal soal semua yang terjadi belakangan ini."

Diam-diam, Princess menghembuskan nafas lega. Entah kenapa dia merasa takut bila Naveen tau dirinya dan Lori memiliki hubungan. Dia takut Naveen marah, atau menganggapnya terlalu mudah berpaling.

Padahal, Naveen bukan siapa-siapa Princess. Tapi kenapa dia harus takut?

"Ingat pesan aku, jangan lupa makan dan istirahat. Kamu juga udah banyak alami hal mengerikan hari ini," ujar Lori, tetap lembut.

"Iya. Kamu juga harus istirahat. Aku sampe lupa obatin muka kamu. Tadi kamu diapain sama mereka?"

Lori kembali tersenyum miris. "Aku ngerti kenapa kamu lupa," jawabnya.

"Maaf..."

"Stop minta maaf, Princess. Maaf kamu itu hanya akan memperjelas sesuatu yang coba kamu tutupin dari aku."

Princess terdiam.

•✤✤••✤✤•

Keyra begitu senang karena akhirnya Princess pulang. Dia sudah diberitahu oleh Rayen tentang semuanya, untuk itu dia sangat mengkhawatirkan Princess.

"Sayang, kamu nggak papa? Nggak ada yang luka?" tanya Keyra langsung. Dia meneliti seluruh tubuh Princess untuk mengecek.

"Princess baik-baik aja Ma, malah sangat baik," jawab Princess.

Keyra tertegun, dia melihat mata Princess berbinar-binar. Sama sekali tidak ada kepalsuan seperti yang selama ini anaknya itu tunjukkan. "Kamu bahagia?" tanyanya terharu.

"Banget, Ma. Ini lebih dari cukup untuk ganti semua rasa sakit Princess selama ini," jawab Princess mantap.

Princess kembali.

"Mama ikut bahagia. Bahkan Mama harus berterimakasih sama Naveen karena udah kembaliin senyum anak Mama kayak dulu lagi."

Princess memeluk Mamanya. Lalu melepaskan pelukan itu. Dia mengajak Mamanya bercerita di sofa, penuh semangat dan antusias. "Papa keren banget, Ma. Papa nggak pernah basa-basi, tiba-tiba aja dia langsung nembak Giovani tanpa aba-aba. Kan Princess kaget tuh, tapi juga seneng."

"Papa kamu emang gitu dari dulu. Dia nggak suka mengulur waktu dengan mengajak penjahat bernegosiasi."

"Arogan dong, Ma."

"Ciri khas Papa kamu," Keyra terkekeh.

"Kayaknya ada yang diam-diam ngomongin Papa nih ya!" suara besar Rayen terdengar memasuki ruang keluarga.

Keyra dan Princess seketika bungkam sambil memasang cengiran. Namun Princess lebih dulu menyambut Papanya itu dengan pelukan. "Makasih, Pa!" serunya.

Rayen mengusap punggung Princess. "Harusnya dulu Papa arahkan kamu untuk menjadi Agent, sifat nekat kamu itu benar-benar warisan Mama kamu," sindir Rayen.

"Eh, kok jadi Mama?" protes Keyra.

"Kamu lupa gimana kenekatan kamu setiap kali ada Misi?" tanya Rayen mendelik.

Keyra langsung meringis, gara-gara kenekatannya itu hubungannya dan Rayen sempat renggang.

"Gimana proses hukumnya, Pa?" tanya Princess.

"Orang tua Giovani akan menuntut Papa," jawab Rayen santai.

Keyra cemas menatap suaminya.

"Papa, nggak akan dipenjara kan?" tanya Princess cemas.

"Nggak akan. Papa melakukan hal yang benar. Semua ayah di dunia ini akan melakukan hal yang sama bila melihat anaknya diperlakukan seperti itu."

Princess menghembuskan nafas lega dan kembali memeluk Rayen. "Kalau tadi Papa nggak dateng tepat waktu, Princess mungkin sudah..."

"Jangan bilang itu, Papa nggak akan biarkan itu terjadi," potong Rayen.

Princess melihat kekhawatiran di wajah Mamanya, membuatnya yakin kalau Papanya mendapat masalah karena hal ini. "Apa Papa akan dipecat?" tanyanya.

Rayen tertawa keras. "Papa pimpinan tertinggi di sana, emangnya siapa yang akan memecat Papa?"

Tawa Rayen itu tak merubah ekspresi Keyra yang tetap cemas.

"Kalian tenang saja. Tabungan kita masih banyak, bisnis keluarga juga lancar. Meski Papa harus berhenti dari sana, Papa nggak akan sedih. Malah Papa senang. Jujur, Papa lelah bekerja terus," Rayen mencoba membuat Princess tenang, meski tak akan berhasil untuk Keyra.

"Ya udah Papa berhenti aja kalo gitu. Biar Papa nggak capek, terus punya banyak waktu sama Princess. Mama juga, berhenti aja dari Secret Agent."

Rayen dan Keyra hanya tersenyum, Princess tak akan mengerti hingga bicara segampang itu. Saat dirimu telah memilih menjadi seorang Agent, maka mengundurkan diri adalah hal yang tidak mungkin bisa dilakukan kecuali bila kamu dipecat secara tidak hormat. Bisa saja mengundurkan diri, namun bila jabatan kamu masih sebatas Kapten.

•✤✤••✤✤•

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang