Vote ya...
🌺🌺🌺
Setelah makan bersama tadi, mereka berempat pun memutuskan untuk nonton bareng. Sudah diputuskan kalau Giovani dan Princess bertugas mengantri tiket.
"Sayang, duduknya mau terpisah sama mereka atau gabung aja?" tanya Giovani begitu antrian mereka sudah dekat.
"Mending gabung aja, Kak. Kan enak rame-rame," ujar Princess.
"Ya udah aku pesen empat kursi di E aja ya biar nggak terlalu di bawah banget."
Princess mengangguk. Tanpa sepengetahuan Giovani dia memegangi perutnya lantaran merasa begitu lapar. Tapi apalah daya, Princess tak bisa memakan apapun di depan Giovani.
Sementara Naveen dan Zoya membeli camilan untuk mereka makan saat pemutaran film nanti.
"Sayang, kok kamu beli sosis bakarnya banyak banget. Pakek kentang dan bakso goreng juga lagi, emang siapa yang mau makan itu? Kamu kan tau aku nggak makan yang kayak gini. Giov dan Princess juga kayaknya nggak," protes Zoya.
"Aku yang bakal makan," jawab Naveen. Dia mengeluarkan dompetnya dan uang tiga ratus ribu untuk membayar makanan dan minunan yang mereka pesan. "Kembaliannya ambil aja Mbak," katanya sambil mengambil kertas untuk bukti mengambil makanan mereka nanti.
"Kamu kalau mau duduk, kesana aja bareng Princess sama Giov. Biar aku yang nunggu makannnya," suruh Naveen.
"Ya udah aku nunggu di sana ya," kata Zoya sambil tersenyum manis.
Jika ini adalah Princess, dia mana mungkin meninggalkan Naveen sendirian.
Setelah Naveen selesai dengan pesanannya, dia langsung membawanya ke ketiga orang yang telah menunggunya. "Udah masuk belum?" tanyanya.
"Udah, langsung aja yuk!" ajak Zoya.
Dua pasang muda-mudi ini pun bergandengan tangan memasuki Studio pilihan mereka. Zoya memang cerdik, tanpa sadar dia duduk di kursi paling awal dengan alasan akan sering ke Toilet. Sementara Naveen duduk di sebelahnya. Lalu Princess dan barulah Giovani. Urutan yang ideal karena Naveen bisa dekat dengan Princess.
Layar bioskop masih menayangkan iklan, lampu pun masih menyala dengan terang. Mereka ngobrol dengan pasangan masing-masing dengan topik yang berbeda. Hingga akhirnya lampu padam, keadaan gelap gulita hingga tak ada suara lagi di dalam sana.
•✤✤••✤✤•
Lima menit selama pemutaran Film, belum terjadi apa-apa di sana. Semua masih terkesan biasa-biasa saja, fokus pada Intro Film yang cukup menarik. Sampai kemudian Princess sedikit terkejut saat mulutnya disodori sesuatu dari sebelah kanannya.
"Makan, dia nggak bakalan tau asal pelan-pelan," bisik Naveen.
Princess langsung membuka mulutnya. Dia mengunyah potongan sosis itu dengan begitu pelan. Lagi-lagi perutnya bersorak senang karena diisi dengan sesuatu yang begitu lezat.
Naveen tersenyum, dalam gelap dia memperlakukan Princess begitu manis. Dia memotong sosis menjadi kecil-kecil agar Princess tak perlu mengunyah dengan mulut penuh, jadi Giovani tak akan tau.
Sosis bakar pedas. Bakso goreng pedas. Lalu kentang goreng keju. Ketiga jenis makanan lezat yang akan membuat timbangannya naik besok pagi, tapi Princess tak perduli. Dia benar-benar ingin menikmati itu semua tanpa harus memikirkan Giovani.
"Sayang, menurut aku..."
Naveen seketika menarik tangannya dari genggamannya pada tangan Princess saat Giovani mengajak sahabatnya itu bicara. Bisa dirasakannya tubuh Princess menegang, mereka hampir saja ketahuan. Tapi untunglah, bioskop benar-benar gelap sehingga aktivitas apapun tak akan terlihat di sana kecuali banyak bergerak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendshit (KOMPLIT)
Teen Fiction(Bab Masih Lengkap) Mempunyai seorang sahabat yang sangat Famous di sekolah, bukanlah hal yang membanggakan bagi Princess. Malah dia merasa itu sangat menyusahkan. Setiap saat, ada saja cewek-cewek yang mengganggunya dengan menitip salam, surat, ata...
