🎈Salah paham

40.8K 3.2K 52
                                        

Malamnya, Naveen datang ke Rumah Princess dengan membawa berbagai macam buah tangan. Mulai dari Pizza bertoping keju, Es Teler, hingga yang paling Princess suka yaitu Bakso Bang Tamsis, Bakso dengan isi cabai rawit di dalamnya. Meski Naveen tau dokter masih melarang gadis itu untuk makan pedas, tapi bagi Naveen kebahagiaan lah yang akan membuat Princess sembuh.

"Selamat malam," ucap Naveen santai tanpa sedikitpun merasa bersalah atau menyadari kalau Princess marah padanya.

"Makan yuk!" ajak Naveen sambil memamerkan bawaannya.

"Kenyang," jawab Princess datar.

Naveen meletakkan makanan yang dibawanya ke atas meja, sengaja membukanya agar harumnya menarik perhatian Princess.

Bakso Bang Tamsis memang tidak ada duanya di dunia ini, Princess sampai merasakan perutnya berteriak happy hanya karena mencium aromanya saja. Belum lagi lelehan keju dari Pizza yang lebih dulu Naveen makan, beuhh air ludah Princess berasa ingin menetes.

Oke, kalau soal makanan, Princess memang akan selalu kalah. Dia pun mengambil sepotong Pizza sebelum dingin, karena bila sudah dingin lelehan kejunya tidak akan senikmat saat masih hangat.

Setelah cukup lama berada di sana, barulah Naveen merasa ada yang beda dengan sikap Princess padanya. Gadis itu sama sekali tak bicara, juga tak mau menatapnya. Princess seolah bersikap dirinya tidak ada di sana. "Lo kenapa?" tanya Naveen.

"Nggak papa," jawab Princess sekenanya saja, tapi nadanya sangat dingin.

"Kenapa?" Naveen menarik dagu Princess agar menatapnya.

Princess menarik wajahnya kembali untuk menatap lurus ke depan. "Gue nggak papa," jawabnya lagi, lebih jutek.

Naveen pun menghela nafas dan beranjak dari duduknya. Dia berlutut di depan Princess, membuat wajah mereka sejajar. "Lo marah sama gue?" tanya Naveen dengan serius.

Princess tak bisa lagi memalingkan wajahnya karena akan sangat kentara bila dia melakukan itu. Dia pun membalas tatapan Naveen, "menurut lo?"

"Kenapa, gue salah apa?"

"Pikir aja sendiri."

Naveen mengerutkan keningnya. Dia paling benci kalau Princess tak mau to the point saja, membuatnya sangat penasaran karena dia tak mengerti apa-apa. "Oke, kalau gue salah, gue minta maaf."

Dan Princess benci kalau Naveen begitu gampang meminta maaf tanpa mengetahui lebih dulu apa kesalahannya. "Udahlah lo pulang aja, atau mungkin lo ajak aja tuh cewek baru lo jalan-jalan," sindir Princess.

Bertambah bingunglah Naveen. Dia mencoba mengingat-ingat apakah ada sesuatu yang salah darinya seharian ini sampai-sampai Princess maran dan...

Oh!

"Anggie ya?" tebak Naveen. "Via sama Keke kan yang bilang?"

Mendengar Naveen begitu fasih menyebut nama Anggie membuatnya semakin terbakar. "Sampe hafal gitu ya namanya," sindir Princesss.

Naveen terkekeh geli.

"Pantes seharian hapenya dimatiin, ada mainan baru toh di Sekolah."

"Hape gue tuh dari semalem lupa dicas, makanya mati. Pinjem power bank sana sinu nggak ada yang punya. Masa iya gue mesti pinjem sama mantan?" kekeh Naveen.

"Nggak lucu."

"Hahaha, emang." Naveen mencubit hidung Princess. Lalu kembali menjelaskan, "tadi itu gue duduk sama Anggie cuma kebetulan aja. Dia pas mau ke Kantin, pas banget ketemu gue dan pas banget cuma meja gue yang kosong. Lagian nggak berdua doang kok, ada Lori juga."

Kok Keke sama Via nggak bilang kalau saat Naveen bersama anak baru itu di Kantin, Lori juga ada di sana. Hmm, informasi yang menyesatkan. Bikin malu!

Princess merasa malu karena sudah ngambek tak jelas, dia pun pura-pura tetap memasang wajah datar dan memakan pizza dalam potongan besar.

"Cemburu ya?" goda Naveen.

"Nggak!" Princess mengalihkan tatapannya pada sisa Pizza di tangan. Berpura-pura meniupinya padahal tidak panas sama sekali. Efek grogi membuat Princess sedikit kurang pinter.

Naveen duduk kembali ke kursi di sebelah Princess. "Pantes aja ada yang nggak mau nyapa tadi. Ternyata ada yang marah karena cemburu," ledek Naveen.

"Ihhh, siapa yang cemburu? Gue nggak!" tepis Princess.

"Gue nggak bilang elo," ucap Naveen agar Princess bertambah malu.

"Ya... Buat mastiin aja kalo lo nggak bakalan ngira gue ini cemburu," ujar Princess terbata-bata.

"Hahahaha," tawa Naveen memenuhi balkon kamar Princess. Pasti tawanya itu terdengar hingga ke luar, bahkan ke telinga OrangTua Princess.

"Besok gue mau sekolah," beritahu Princess setelah Naveen berhenti mentertawakannya.

"Emang udah sehat?"

"Udah lah. Lo liat aja makan gue banyak kayak gini," Princess memamerkan keahliannya menyantap bakso super Bang Tamsis hingga hanya tersisa kuahnya saja. Padahal sebelum itu dia sudah menghabiskan 3 potong Pizza.

Naveen mengangguk. "Gue percaya. Kayaknya emang lo udah nggak sakit lagi," ejek Naveen sambil menggelengkan kepala menatap cara Princess makan yang seperti orang rakus.

Princess langsung meninju lengan Naveen. Dia bersendawa tanpa rasa malu di depan Naveen, pertanda kalau dirinya sudah kenyang. "Gila, ini baru makanan enak," gumam Princess sambil mengusap perutnya dengan penuh rasa syukur.

"Besok mau gue jemput?" tanya Naveen.

"Iya lah! Emang lo nggak mau jemput gue?"

"Kali aja lo ada sopir baru..."

"Terus aja sindir, sebutin nama sekalian," sungut Princess.

"Hahaha, ampunn Nyonya." Naveen menangkup kedua tangannya ke atas kepala. Dia mengeluarkan rokok dan menyalakan satu batang.

"Jangan-jangan elo ya yang niat jemput murid baru itu, makanya nggak mau jemput gue?" tanya Princess sembari memicingkan mata.

"Ngaco," jawab Naveen. Satu kata yang cukup menyamai ekspresi wajahnya kalau dia sama sekali tak menyukai Anggie.

"Gue kok ngerasa agak sakit ya waktu denger lo makan sama anak baru itu di Kantin," jujur Princess. "Padahal dulu kalo lo mau makan atau jalan sama siapa aja gue nggak perduli. Gue bahkan nggak mau tau. Tapi waktu mereka bilang ke gue soal lo di Kantin tadi, rasanya nyesek."

Naveen tersenyum mendengarnya. "Karena lo udah jatuh cinta sama gue," sahut Naveen. "Jadi kapan mau diresmikan?"

"Naveen, gue nggak suka sama lo!"

"Hahahaha."

Keduanya tersenyum menatap langit malam yang kelam. Malam ini tidak ada bintang sama sekali, langit hanya menampilkan hitam yang pekat, juga disertai gemuruh yang menandakan akan turunnya hujan.

•✤✤••✤✤•

Friendshit (KOMPLIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang