(Bab Masih Lengkap)
Mempunyai seorang sahabat yang sangat Famous di sekolah, bukanlah hal yang membanggakan bagi Princess. Malah dia merasa itu sangat menyusahkan. Setiap saat, ada saja cewek-cewek yang mengganggunya dengan menitip salam, surat, ata...
Apa terlalu sulit melihat ke belakang? kenapa kamu terus saja menoleh ke depan. -Unknown-
♣️♣️♣️
Begitu mobil Naveen berhenti di Parkiran Sekolah, tiba-tiba ada yang mengetuk kaca jendela mobil di sebelah Princess. Baik Naveen atau pun Princess sama-sama menoleh, mereka saling menatap ketika melihat kalau ternyata Giovani yang berdiri di luar sana.
"Mau ngapain tuh anak?" tanyanya.
Princess mengedikkan bahu. Dia lalu membuka pintu mobil dan lebih dulu keluar. "Kak Giov, ada apa?" tanyanya.
"Lo kok nggak hubungin gue? Padahal gue nungguin banget lo," ucap Giovani secara langsung.
"Eh, itu... Maaf Kak aku belum simpen nomor Kakak ke hape aku, lupa." Princess meringis karena merasa tak enak.
"Mana hape lo?" Giovani menadahkan tangan.
Meski ragu, Princess memberikan ponselnya. Giovani terlihat menekan angka, pasti memasukkan sendiri nomor cowok itu ke dalam ponsel Princess. Lalu terdengar ponsel Giovani berbunyi, setelah itu ponsel Princess dikembalikan.
"Nanti gue chat," kata Giovani dengan senyum manisnya.
Princess hanya tersenyum sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas. Dilihatnya Naveen sedang menatap tajam ke arahnya, bersandar pada mobil sambil melipat tangan di depan dada.
"Ayo," ajak Princess.
Naveen pun berjalan di sebelah Princess. Sesekali dia menoleh pada cewek itu, seperti akan mengatakan sesuatu namun ragu.
Begitu sampai di depan kelas Princess, Naveen pergi begitu saja. Ini aneh, karena biasanya dia akan mencium kening Princess lebih dulu sebagai bentuk perpisahan kelas.
"Ngeliatin apa?" tanya Keke yang tiba-tiba muncul dan mengagetkan.
"Nggak ada," Princess segera masuk ke kelas. Keke dan Via mengikuti dari belakang.
Lagi-lagi ada bunga mawar beserta kertas Origami. Princess duduk lebih dulu memandangi dua benda itu, sebelum akhirnya lebih dulu mengambil kertas dan membaca tulisannya,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Wah, ada surat!" pekik Keke sambil merampas kertas Origami berwarna hijau itu. Via turut membacanya, namun mereka kemudian mengerutkan kening. "Misterius banget sih nih orang. Sampe bikin kata-kata pun harus sesulit ini untuk dimengerti," cicit Via.
"Kemaren gue liat di tas Kak Giov ada kertas-kertas kayak gini," beritahu Princess.