"Berhenti untuk mengikuti kata hati yang menyuruh untuk menetap, dan lebih mengikuti kata logika yang menyuruh untuk mundur, jangan terlalu memaksakan hal yang membuatmu sendiri menjadi sakit. Yakinlah dia tidak menginginkanmu, dia hanya datang padamu disaat bosan saja."
-Keyla Clarista
❤❤❤
Alvan melihat Nando yang sudah berada dibangkunya, dia berjalan mendekati Nando lalu melemparkan kunci motornya. Membuat Nando mengernyit tidak mengerti apa yang dilakukan Alvan.
"Buat lo. Gue kalah," hanya itu yang diucapkan oleh Alvan kemudian duduk dibangkunya sendiri, hari ini suasana hatinya benar-benar buruk, bahkan dia tidak berniat melakukan aktivitas apapun.
Nando menoleh ke Alvan, "lo kalah?" Ucap Nando dengan terkejut. "Kok bisa? Setau gue lo udah deket banget sama Keyla."
Alvan tidak berminat menjawab pertanyaan Nando, Alvan malah menelungkupkan wajahnya dimeja.
"Van ceritain ke gue, kok bisa sih?"
"Berisik," ucap Alvan sedikit berteriak, dia mengangkat kembali wajahnya dan menatap tajam Nando.
"Keyla udah tau semuanya, soal taruhan itu. Dia kecewa sama gue, dan lo menang sekarang, congrats." Alvan beranjak dari duduknya dan meninggalkan Nando yang mencerna seluruh perkataan Alvan.
Nando mengamati kepergian Alvan. Jujur, dia merasa ikut sedih melihat Alvan yang seperti ini. Sebenarnya Nando mengadakan taruhan ini hanya untuk bisa mendekatkan Alvan dengan Keyla. Menurut Nando Keyla dan Alvan terlihat sangat cocok dan juga dia berniat untuk merubah Alvan agar tidak terus bermain perempuan.
"Van, lo seharusnya sadar sekarang kalau cinta bukan cuma sekedar mainan."
Nando menggoyang-goyangkan kunci motor di tangannya. Dia juga tidak minat dengan motor Alvan, meski dia akui motor Alvan sangatlah keren. Tapi dia melakukan taruhan ini bukan untuk mendapatkan motor ini, dia yakin Alvan juga pasti sangat berat mengikhlaskan motor ini untuknya.
🌻🌻🌻
Tangan Alvan mengaduk-aduk jus jeruk di depannya, sepertinya juga tidak berniat untuk meminum jus itu.
"Alvan," sapa seseorang membuat Alvan menoleh ketika merasa namanya dipanggil.
"Lagi ngapain kok sendirian aja. Gue boleh duduk disini?"
"Boleh, duduk aja," ucap Alvan mempersilahkan perempuan dihadapannya untuk duduk bersamanya.
"Lo kenapa Van? Kok keliatan murung gitu sih?"
Alvan memperhatikan Sinta, sepertinya perempuan ini sudah sembuh sekarang, hingga bisa cerewet seperti ini lagi, "gak apa-apa."
Sinta memukul bahu kanan Alvan dengan pelan, "ish... jangan kayak cewek dong kalau ditanya jawabnya gak apa-apa."
Alvan terkekeh melihat raut wajah kesal Sinta, menurutnya itu menggemaskan dengan bibir Sinta yang dimajukan, "emang gue gak apa-apa."
"Iya deh, kalau gitu senyum dong. Kayak gini nih," Sinta sekarang tersenyum lebar ke arah Alvan dan menyuruh Alvan juga mengikutinya.
Alvan hanya memperhatikan Sinta dan itu membuat Sinta sedikit kesal, jadi Sinta menarik kedua pipi Alvan agar terbentuk senyuman dari bibir Alvan, "nah gitu."
Alvan tersenyum ke arah Sinta, tangannya juga tidak tinggal diam mengacak-acak rambut Sinta, "makasih ya."
"Makasih? Buat apa?" Tanya Sinta dengan kebingungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
KEYVAN
Ficção AdolescenteAlvan Gara Christian si cowok badboy, dan ketampanannya yang selalu dipuji-puji banyak wanita, dia juga merupakan ketua geng yang ditakuti oleh semua orang. Kelakuan nakalnya membuat Alvan dikeluarkan dari sekolah, dan mendaftar kembali ke sekolah y...
