40. Penyesalan

22.1K 898 26
                                        

"Penyeselan selalu datang di akhir, iya kan?"
-Keyla Clarista

❤❤❤

Tok tok tok

Sarah keluar dari rumahnya saat mendengar bunyi ketukan pintu.

"Maaf apa benar ini kediaman bapak Ridwan?"

"Iya, ada apa ya pak?" Tanya Sarah dengan takut, sekarang di hadapannya terdapat 2 orang polisi.

Ridwan mengikuti Sarah dari belakang, dia hendak keluar rumah menuju rumah sakit menjenguk Sinta, tapi dia menghentikan langkah kakinya ketika melihat polisi.

"Apakah anda yang bernama Ridwan?"

"Iya pak, saya Ridwan."

Salah satu polisi itu berjalan mendekati Ridwan dan menahan pergerakan Ridwan.

Sarah yang melihat itu terkejut, "ada apa ini pak? Kenapa anda menangkap suami saya?"

"Suami ibu kami tangkap karena telah berusaha membunuh ibu Renatha."

Sarah tidak menyangka jika perbuatan suaminya telah diketahui oleh polisi.

"Cepat bawa bapak Ridwan."

2 polisi itu menggiring Ridwan menuju mobil yang di parkirkan di depan rumah Ridwan.

Alvan yang melihat kejadian itu tersenyum miring, rencananya kali ini sukses.

Ridwan melihat Alvan yang berdiri bersandar di motor bersama temannya, "Alvan, saya titip salam buat Keyla dan Renatha, saya minta maaf. Saya mengaku salah."

Alvan menatap Ridwan dengan tajam, "kenapa baru menyesal sekarang? Sudah puas buat Keyla dan mamanya menderita?"

Belum saja Ridwan menjawab pertanyaan Alvan, polisi sudah memaksa Ridwan memasuki mobil.

Sarah menangis berdiri dengan memegangi pagar rumahnya, melihat suaminya di penjara, bagaimana keadaannya nanti tanpa Ridwan.

"Oh ternyata bokapnya Keyla sendiri yang ngelakuin itu?" Tanya Ferry kepada Alvan.

Alvan menggangguk.

Sarah mendekati Alvan dan Ferry, "mau kamu apa? Kenapa kamu melaporkan suami saya?" Ucapnya dengan amarah yang meluap.

"Saya mau Keyla dan tante Renatha bahagia, bukankah itu setimpal dengan apa yang om Ridwan perbuat selama ini?"

Sarah terdiam tidak bisa menjawab perkataan Alvan.

"Untung saja saya masih berbaik hati, tidak juga melaporkan Sinta dalam masalah ini, anda masih sedikit beruntung."

Alvan menaiki motornya diikuti dengan Ferry yang duduk di boncengan Alvan, menjalankan motornya meninggalkan Sarah yang menangis histeris.

🌻🌻🌻

Beritapun beredar dengan cepat di sekolah, tentang kebenaran bahwa Keyla dan Sinta bersaudara, dan juga tentang papa mereka yang masuk penjara karena berniat membunuh mama dari Keyla.

Hampir semua murid penasaran dengan keluarga mereka, banyak yang menanyakan ini kepada Keyla. Sedangkan Sinta belum masuk sekolah, keadaannya masih cukup lemah setelah operasi ginjalnya.

"Key bener ya lo sama Sinta saudaraan?"

"Key bokap lo di penjara ya?"

KEYVANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang