36. Gawat!!!

20K 845 29
                                        

"Lucu banget ya ketika ada orang yang membencimu karena takut tersaingi."
-Keyla Clarista

❤❤❤

Keyla berjalan keluar dari sekolahnya, dia sekarang berada di pinggir jalan berniat menunggu taksi, Keyla ingin segera sampai ke rumah sakit oleh karena itu dia lebih memilih menggunakan taksi dari pada bus.

Ting!

Ponsel Keyla berbunyi, dengan cepat dia menyalakan ponselnya. Ternyata ada sebuah pesan baru.

Keyla membaca pesan yang di kirimkan oleh salah satu suster yang paling dekat dengannya di rumah sakit, dengan cepat Keyla menaikan dua sudut di bibirnya ketika mengetahui jika mamanya sudah sadar dari koma.

Keyla benar-benar merasa sangat senang, dia ingin sekali bergegas menuju rumah sakit. Matanya memandang kanan dan kiri memastikan terdapat taksi yang melintas ke arahnya, tapi hingga saat ini tidak ada.

Mulut Keyla tiba-tiba di dekap oleh seseorang berbadan besar yang membuat Keyla tersentak kaget, dia berusaha bergerak agar orang ini melepaskannya.

"IKUT SAYA!" bentak orang itu. Membuat nyali Keyla menciut seketika, dia tidak bisa berbuat apa-apa kali ini kecuali mengikuti orang itu.

Orang itu memaksa dan menuntun Keyla untuk mengikutinya, kemudian mata Keyla memandang sebuah mobil yang berada tidak jauh dari sekolahnya. Keyla mengenal betul mobil itu, apalagi dengan Sinta yang berada di sisi samping kanan mobil itu. Siapa lagi kalau bukan mobil papanya.

"Hai, selamat datang kakak," sapa Sinta dengan ramah, ketika melihat Keyla yang sudah berada di depannya. Sinta membukakan pintu mobil, "butuh tumpangan?"

Keyla menatap Sinta sangat tajam. Bodohnya Keyla yang saat itu menyanggupi untuk mendonorkan ginjalnya untuk Sinta, sekarang Keyla ingin mencabut perkataannya, dia menyesal telah berkata seperti itu.

"Silahkan masuk," ucap Sinta, matanya mengkode bodyguard nya  untuk menyuruh paksa Keyla masuk ke dalam mobilnya.

"AYO MASUK!"

Keyla tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia dengan pasrah masuk ke dalam mobil.

Sinta ikut masuk bedanya dia berada di depan bersama papanya yang ada di bagian supir.

Ridwan menoleh ke belakang melihat Keyla yang mulutnya masih berbekap kain. Ridwan tersenyum miris, entah kenapa hatinya merasa resah ketika berbuat seperti ini. 'Tapi bukankah ini yang diinginkannya selama ini?'

🌻🌻🌻

Karin memandang Keyla yang di bawa masuk ke dalam mobil, dengan cepat dia berlari hendak mengejar mobil itu tetapi mobil itu sudah melaju terlebih dahulu.

Karin sekarang bingung harus melakukan apa, Karin merasa sangat panik sekarang.

Matanya menangkap Nando yang hendak pulang, Nando sudah mengendarai motornya dan melaju keluar pagar sekolah.

Dengan cepat Karin berlari lagi, dan menghadang Nando. Karin berdiri di depan motor Nando dengan merentangkan kedua tangannya.

Nando yang kaget melihat Karin di depannya langsung memberhentikan motornya secara mendadak, "HE LO MAU CARI MATI APA?" teriak Nando tidak terima.

"Kalau mau cari mati jangan ke gue, ke orang lain aja. Gue gak mau nanti masuk penjara."

"BERISIK LO!" Karin mencoba mengatur nafasnya, "tolong, anterin... gue ke Alvan."

KEYVANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang