"kali ini kita harus berhasil"
"Gresik harus menjadi daerah pertama yang kita kuasai"
Percakapan Sora dan Nambi berakhir tatkala mereka berpisah di persimpangan jalan. Nambi segera bergerak untuk mempersiapkan serangan pembuka. Sementara itu Sora mencari celah untuk pasukan yang akan dibawa Nambi. Tak lama kemudian, nampak di kejauhan terlihat sepasukan bersenjata lengkap datang. Pasukan itu merupakan pasukan gabungan dari raja-raja bawahan Majapahit yang bersekutu dengan Nambi dan Sora untuk memberontak. Mereka merasakan ketidakpuasan dan ingin melepaskan diri dari Majapahit.
"ini adalah kesempatan yang kan mengubah segalanya"
Nambi bergumam seraya memberikan tanda pada para pasukan yang baru saja datang untuk segera berkumpul. Kemudian, Nambi segera membagi kelompok dan memerintahkan untuk melakukan penyerangan pada pos-pos penjagaan Majapahit di dekat pelabuhan Gresik. Segera saja kelompok-kelompok pasukan itu menyebar, kemudian melakukan serangan jarak dekat. Serangan itu mengejutkan pasukan Majapahit yang sedang berjaga dan kewalahan. Mereka tak mampu membendung serangan bertubi-tubi dari pasukan pemberontak.
"bagus..dengan begini Gresik akan mampu ditaklukkan"
"dan dengan segera Majapahit akan lumpuh"
"pasti akan mudah untuk menyerang"
Satu demi satu pos-pos penjagaan pasukan Majapahit hancur dalam serangan mendadak itu. Dengan membabi buta, para pasukan pemberontak itu tidak memberikan ampunan bagi para pasukan Majapahit. Bahkan masyarakat pun ikut merasakan dampaknya. Serangan itu telah membuat porak-poranda pelabuhan, membakar kapal-kapal yang sedang bersandar, dan juga membantai para pedagang dan orang-orang yang tinggal disana. Setelah peristiwa itu, Nambi segera mengutus salah satu pasukannya untuk menemui Sora memberikan kabar bahwa Gresik telah tumbang. Dan segera saja utusan itu pergi meninggalkan Nambi. Gresik dengan sangat mudah ditundukkan. Setelah itu, Nambi lalu memerintahkan para pasukannya untuk melakukan penghadangan terhadap siapapun yang hendak memasuki wilayah Gresik.
"setelah ini tinggal menunggu hasil dari Kebo Patanjali saja"
"semoga segera ada kabar baik"
Sementara itu utusan dari Nambi telah sampai di hadapan Sora. Setelah memberikan pesan dari Nambi, segera Sora mempersiapkan diri dan kemudian pergi menuju sungai Brantas bersama dengan pasukannya. Tujuannya tak lain untuk membentuk aliran sungai Brantas dan berusaha untuk menghentikan aliran air yang mengairi persawahan Majapahit. Tak hanya itu saja, Sora pun menyiapkan beberapa racun yang kan diletakkan di beberapa mata air.
"tunggulah Gadjah Mada juga kau Tribuwanatunggadewi"
"mari kita lihat apakah kalian sanggup menghentikan kami"
Derap langkah kaki kuda dan pasukan yang menyertai perjalanan Sora terdengar dari kejauhan. Sehingga beberapa orang yang melihatnya pun menyingkir menghindar dari hadapan para pasukan itu. Tak butuh waktu lama, Sora memerintahkan pasukannya untuk segera mendirikan perkemahan di tepian sungai Brantas. Kemudian, segera para pasukan itu menggali tanah dan mengumpulkan bebatuan besar untuk membendung arus sungai Brantas. Sora pun mengamati pekerjaan yang sedang dilakukan para pasukannya.
"dengan begini mampuslah kalian!!"
"Majapahit akan jatuh ke tangan kami"
"kalian tidak pantas untuk dimaafkan!"
Kebencian Sora sangatlah besar terhadap Gadjah Mada dan Tribuwanatunggadewi. Kehilangan jabatan dan juga kehormatannya sebagai seorang ksatria. Untuk itulah kemudian Sora memutuskan mengikuti langkah Nambi dan Kebo Patanjali untuk menjatuhkan Majapahit. Mereka telah merencanakan hal ini dengan sangat matang. Bahkan, mereka pun berhasil mengajak raja-raja lain untuk bersekutu.
Sementara itu, di Ibukota Majapahit sedang berlangsung sebuah pertemuan penting Tribuwanatunggadewi dengan para raja dari sebrang pulau. Mereka tidak menyadari bahwa sedang terjadi pemberontakan oleh Nambi dan Sora di pesisir utara Jawa Timur. Namun ada hal yang mengusik Tribuwanatunggadewi selama pertemuan tersebut berlangusng. Seperti mendapatkan firasat buruk, segera saja Tribuwanatunggadewi memberikan perintah kepada para telik sandi untuk mengabarkan pada Gadjah Mada untuk segera kembali ke Majapahit.
"ada apakah gerangan?"
"perasaan ini begitu aneh sekali"
"oh Dewata Agung mohon petunjukmu"
"agar Majapahit selalu baik adanya"
Tribuwanatunggadewi meninggalkan para tamunya dan kemudian masuk ke salah satu ruangannya untuk bermeditasi. Memohon petunjuk pada Dewata tentang firasatnya. Kemudian, Tribuwanatunggadewi memerintahkan beberapa pasukan terbaik Bhayangkara dan telik sandi untuk mengamankan para tamunya. Malam semakin larut dan hening adanya. Namun di balik keheningan itu, ada sesuatu yang sedang mengintai Majapahit.
"Semoga para Dewata Agung memberikan jawaban akan kegelisahanku ini"
"mengapa Majapahit selalu mendapatkan cobaan yang berat?"
"apakah ini sebuah pertanda baik ataukah pertanda buruk?"
***
KAMU SEDANG MEMBACA
MAJAPAHIT
Historical FictionKisah tentang sebuah kerajaan Siwa-Budha yang pernah hadir di bumi Nusantara pada abad 9 Masehi yang kemudian menjadi pemersatu Nusantara dibawah seorang Panglima Perang Gadjahmada. Kini kisah ini akan saya angkat sebagai sebuah cerita sederhana yan...
