Verlyn memasuki kamar tamu yang baru ditunjukkan oleh maid disini. Verlyn menatap takjub, jika kamar tamu saja mewah, bagaimana kamar utamanya. Dan Verlyn sudah tau kamar utama, baik milik Olivya ataupun Madrick.
Verlyn membanting tubuhnya diatas kasur, rasa lelah nan penat menjadi satu dalam tubuhnya. Ia berpikir, ia akan kehilangan kehormatannya saat ini juga. Namun, Tuhan menyelamatkannya. Ia bersyukur, Sekejam apapun Mad, Dia tetap memiliki rasa kasihan. Dan Verlyn sama sekali tidak merasa keberatan jika harus menjadi teman Olivya. Ia justru merasa senang. Karena ia disini tidak memilik satupun seorang teman. Tidak satupun. Semua menjauhinya, ia selalu dibully dan dikatain tak memiliki seorang ayah.
"Hiks.." tangis Verlyn. Ia mengingat kejadian tadi pagi.
Flashback
Dipagi hari, Verlyn begitu sangat bersemangat. Ini adalah hari pertamanya masuk ke Universitas baru dan ia akan menjadi mahasiswi baru.
Verlyn berjalan keluar dari apartemen miliknya. Apartemen yang sederhana namun sangat nyaman untuk ditinggali. Apartemen berkelas standart. Tidak terlalu kebawah dan tidak juga mewah.
Drrrrttt
Deringan ponsel membuat senyum Verlyn berkali-kali lipat. Verlyn mengangkat panggilan Vidio itu dengan senyuman cerianya.
"Hallo, Ma." sapa Verlyn menggunakan logat bahasa Indonesia.
"Hay Verlyn sayang. Bagaimana keadaanmu?" tanya seorang wanita paruhbaya dari sebrang sana.
"Baik Ma. Bagaimana dengan kondisi Mama? Mama meminum obatnya dengan teratur kan?" tanya Verlyn dengan nada mengintimidasi.
"Teratur, namun sering telat makan. Kau kan ta--"
"Mama!! Jangan pernah telat makan lagi. Jangan pernah! Kalau aku ada di Indonesia, pasti aku akan memarahi Mama karena telat makan."
"Hey, kau mau jadi anak durhaka dengan memarahi Mama tercintamu ini?" ucap Siska-- Mama Verlyn dengan nada marah yang dibuat-buat.
"Hehe, kan itu juga salah Mama karena makannya telat. Ah Mama, aku jadi merindukanmu."
"Aku juga merindukanmu anakku. Cepatlah kembali dan peluk Mama mu ini."
"Secepatnya Ma, aku akan pulang."
"Baiklah, Mama harus menjahit baju orang dulu. Mama tutup ya,"
"Tapi nanti telpon Verlyn lagi ya Ma,"
"Iya sayang." Siska mematikan sambungannya.
Verlyn tersenyum bahagia. Ia memberhentikan taksi didepannya. Taksi pun berhenti dan Verlyn segera menunjuk sebuah Universitas yang menjadi impiannya.
Verlyn menatap keluar jendela, ia melihat bangunan-bangunan yang menjulang tinggi. Rasanya sangat bahagia jika impiannya terwujud.
"Nona, sudah sampai." ucap seorang sopir.
"Ini uangnya, sir. Thank you." setelah memberikan ongkosnya, Verlyn segera turun dari taksi yang ia tumpangi.
Verlyn tersenyum merekah, Universitas impiannya sekarang sudah ada dihadapannya. Verlyn melangkah semakin dekat. Ia mulai mencari-cari dimana kelas yang akan ia tempati untuk belajar.
"Hay, anak baru?" sapa seorang gerombolan tiga laki-laki dan dua perempuan. Tampak dua gadis dengan pakaiannya yang begitu seksi dan make up yang berlebihan. Verlyn hanya tersenyum dan mengangguk. Ia tak berpikiran mereka adalah orang jahat ataupun sekumpulan geng.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dangerous Mafia
ActionOlivya adalah seorang gadis lugu yang masuk dalam kehidupan seorang mafia. Ia terserang oleh obsessi dan cinta dari mafia yang telah menculiknya. Trauma akan mafia, perlahan akan menghilang sejak ia mengenal sosok Madrick Vallencio yang menjabat seb...
