Mad berjalan sepanjang lorong perusahaannya. Ia berniat untuk keruangan bawah tanah yang ada di perusahaannya. Banyak para Karyawan yang yang tak mengetahui soal itu, dan hanya anak buah Mad yang tahu.
Mad merasakan hawa panas diruangan ini. Ia juga mencium bau sangat menyengat kan. Disana, ada anak buahnya yang sedang mencoba mencampurkan sebuah cairan baru. Cairan yang akan membuat kulit orang yang mengenainya jadi busuk dan mengelupas.
"Tuan?" sapa salah satu anak buahnya dengan hormat dan sopan.
"Ada hama baru, aku mau kau menyiapkan pistol yang hanya bisa menggunakan sidik jariku." perintah Mad.
Bodyguard itupun hanya mengangguk, entah alasan apa Mad menyuruhnya, ia tak berani untuk bertanya soal itu.
"Tuan, harus berapa biji akan ku siapkan?" tanya bodyguard itu. Mad tampak menimang-nimang dan berpikir.
"Tunggu kabar dariku" balas Mad sambil melangkah pergi.
Disisi Lain
Olivya tengah termenung dipinggiran kolam renang. Kakinya ia masukkan kedalam kolam. Pandangannya kosong, kedua tangannya saling meremas.
Apakah ini takdir hidupku? Kenapa serumit ini? batin Olivya.
"Olivya!" panggil seseorang dari belakang. Olivya menyadarkan lamunannya dan menoleh kebelakang. Ia terkejut yang mendapati Verlyn dengan gadis asing disebelahnya. Olivya mengangkat kakinya dari dalam kolam. Ia berdiri dan berjalan mendekat kearah Verlyn.
"Verlyn? Kau sudah pulang? Kenapa cepat sekali?" tanya Olivya. Pasalnya, Verlyn selalu pulang sore.
"Iya, karena Dady menjemputku." balas Verlyn.
"Dady?" tanya Olivya dengan bingung.
"Iya Dady ku."
"Ohh, baguslah Ver. Kau sudah bertemu dengan ayah kandungmu. Aku turut ikut senang." ucap Olivya dengan senang.
"Ya, bahkan aku sudah bertemu dengan ayahku setiap hari, namun aku tak menyadari." ujar Verlyn.
"Maksudmu?" tanya Olivya dengan bingung.
"Kenalin, ini Violin. Saudara kembarku. Dan kau tau siapa ayahku sebenarnya?"
"Siapa?"
"Aku." Olivya melihat seseorang paruh baya yang baru datang.
"Uncle Gaston?" tanya Olivya dengan bingung.
"Yaps, mereka adalah putri kembarku nak Olivya." ujar Gaston.
"Benarkah?" tanya Olivya dengan senang.
"Iya. kenalin, Violin Jordaness Ningsih." Violin mengulurkan tangannya kearah Olivya. Dengan senang, Olivya menerima jabatan tangan Violin.
"Aku Olivya Macrime." balas Olivya.
"Nice to meet you."
"Nice to meet you too." Olivya tersenyum.
"Apakah kau juga akan tinggal disini?" tanya Olivya pada Violin. Violin menatap Gaston untuk meminta jawaban dari pertanyaan Olivya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dangerous Mafia
ActionOlivya adalah seorang gadis lugu yang masuk dalam kehidupan seorang mafia. Ia terserang oleh obsessi dan cinta dari mafia yang telah menculiknya. Trauma akan mafia, perlahan akan menghilang sejak ia mengenal sosok Madrick Vallencio yang menjabat seb...
