Malam yang sangat kelabu dirasakan oleh Olivya yang sedang duduk di sofa balkon kamarnya. Tinggal di rumah seseorang yang tak ia kenali. Menempati mansion seseorang yang dilengkapi dengan fasilitas yang mewah.
Ceklek
Seseorang membuka pintu kamar Olivya. Tanpa menoleh, Olivya tahu siapa yang masuk kedalam kamarnya. Dari bau maskulin yang sangat memabukkan, sudah tak salah tebak lagi jika itu Madrick.
Mad mendaratkan pantatnya duduk disebelah Olivya yang sedang termenung
"Kau sedang apa?" tanya Mad dengan lembut. Olivya menoleh sekilas kearah Mad, lalu kembali menatap ke depan.
"Menatap mirisnya hidupku, sengsaranya jiwaku, dan miskinnya ragaku." jawab Olivya.
"Kau bosan?" tanya Mad sambil menyelipkan anak rambut Olivya kebelakang telinga.
"Sangat bosan. Kau mengganti password pintunya dan aku seperti tahanan yang selalu terkurung dalam sangkar." gumam Olivya.
"Itu sengaja ku buat karena aku mengkhawatirkan dirimu. Kau tahu? Diluar sana banyak yang mengincar mu."
Olivya menoleh dan menatap manik mata Mad.
"Untuk apa mereka mengincar ku? Kau juga siapa? Selama ini aku hanya tau namamu." tanya Olivya.
"Aku hanya ingin men--"
"Menjagaku? Kamu tidak hak untuk itu. Biarkan aku kembali ke apartemenku, selama aku tinggal bersamamu, ada saja masalah yang menimpaku. Tolong, biarkan aku kembali ke apartemenku, aku merasa aman di apartemenku sendiri." ucap Olivya dengan suara bergetar.
Mad berdiri dengan wajah merah padam yang siap meledakkan amarahnya.
"Jangan mimpi kamu bisa lepas dariku. Kau itu milikku, takkan kubiarkan kau lepas dariku!!" bentak Mad.
"Aku bukan milikmu, aku hanya hewan yang kau jaga, beri tumpangan, dan makan. Aku muak, aku tak bisa bergerak bebas." teriak Olivya dengan air mata yang sudah jatuh.
"Kau hanya milikku. Siapapun tak punya hak untuk merebut mu dariku."
"HENTIKAN!!" bentak Olivya.
"Aku hanya milik Tuhan dan orang tuaku. Kau tak punya hak untuk mengatur hidupku." ucap Olivya dengan suara yang melemah.
"Jangan harap kau bisa lepas dariku." Mad melangkah keluar kamar Olivya.
Brakk
Olivya sedikit terkejut saat Mad membanting pintu kamarnya.
Tangis Olivya pecah. Ia menjatuhkan tubuhnya pada sofa yang ada di balkon. Tubuhnya bergetar, isaknya kian menjadi.
Tuhan, belum cukupkah penderitaan ku? Belum berakhir kah masa sulit ku? Peluk aku Tuhan, aku lelah. batin Olivya.
***
Mad menduduki salah satu kursi yang ada di bar mini kamarnya. Mad membuka botol wine dengan sangat kasar. Amarah masih memuncak dikepalanya. Untung saja ia bisa menjaga kendali, jika tidak, ia akan bertindak lebih pada gadisnya.
"Kau milikku Olivya. Kau milikku." guman Mad lalu menegak wine dari botolnya.
"Takkan kubiarkan siapapun merebutmu dariku." sambungnya.
Mad merogo saku celananya untuk mengambil ponselnya.
Ia menelpon seseorang.
"Gaston, Carikan aku jalang dari klub berkelas. Aku butuh pelampiasan." ucap Mad pada Gaston yang ditelponnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dangerous Mafia
AkcjaOlivya adalah seorang gadis lugu yang masuk dalam kehidupan seorang mafia. Ia terserang oleh obsessi dan cinta dari mafia yang telah menculiknya. Trauma akan mafia, perlahan akan menghilang sejak ia mengenal sosok Madrick Vallencio yang menjabat seb...
