Olivya dan Mad sedang menikmati makanan masakan Italy. Mereka menikmati dalam diam, hanya suara dentingan sendok yang menjadi pemenuh suara direstoran itu.
Mad merasakan sebuah getaran pada saku celananya. Ia meletakkan sendok dan garpu nya lalu merogo sakunya untuk mengambil ponselnya. Mad melihat sebuah panggilan masuk dari pengawal setianya, yaitu Gaston. Mad menggeser tombol hijaunya lalu menempelkan ponselnya pada telinga.
"Halo? Ya, bagus."
"Ya, seret dia keruangan bawah tanah."
"Ya, aku akan segera datang"
Mad meletakkan ponselnya diatas meja dan melanjutkan aksi makannya
"Siapa yang akan kau taruh diruangan bawah tanah?" tanya Olivya yang mulai sedikit bingung.
"Tidak ada. Lanjutkan makan mu."
Olivya hanya mengangguk patuh tanpa ingin tahu selanjutnya. Walau dalam otaknya selalu bertanya-tanya, siapa dia itu.
***
Mad melangkah menuju ruangan bawah tanah. Olivya berada di taman belakang. Ia sedang asyik bermain dengan peliharaan Mad, yaitu macan. Ya, Olivya sudah tidak takut lagi dengan macan saat melihat kemanjaan macan-macan lucu itu.
Tap tap tap
Suara derap kaki Mad menggema di ruangan yang gelap nan sunyi ini. Mad membuka pintu yang menjadi tempat ruangan penyiksaan untuk siapapun yang berani bermain-main dengannya. Mad tersenyum ala devil saat melihat seorang gadis yang diikat dikursi tua dengan dua pengawal disamping kanan dan kirinya. Mad melangkah maju, ia memegang dagu wanita itu. Wajahnya sudah lebam penuh dengan luka pukul.
"Heh, kau kira aku tak tahu akal busuk mu itu? Dengan berkeliaran di mansion ku, kau anggap siasat mu tak ku ketahui?" desis Mad dengan tajam.
"Hiks... Hiks... Ma-maaf tuan."
"Baru mendekati ajal mu, kau baru meminta maaf?"
Mad menjauhkan tubuhnya dari wanita itu.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Mad dengan tenang.
Wanita itu tetap bungkam. Hanya suara Isak tangis yang menjadi jawaban.
"Jawab!!" bentak Mad dengan membanting botol kaca kosong yang berada didekatnya. Wanita itu kaget dan menjadi-jadi Isak tangisnya.
"Maafkan aku tuan."
"Yang ku minta adalah jawaban, bukan permintaan maaf, bodoh!" celetuk Mad.
"Jika kau tak mau menjawab, ku pastikan botol ini akan melayang di kepalamu." sambungnya.
"Tu-tuan--"
"Merry?"
"Oh shit!"
***
Pria berpostur tubuh besar dan tegap sedang berlari menuju sebuah ruangan. Setelah sampai disebuah ruangan yang di tujunya, pria itu langsung masuk dengan segera tanpa mengetuk pintu. Ia tahu, apa akibat yang ia dapat, tapi ini berita penting untuknya.
"Tuan, Merry tertangkap." ucap pria berpostur tubuh tinggi dan gelap itu pada atasannya.
"Sudah ku duga. Mad tak semudah itu untuk dibohongi." gumam pria muda dengan menaruh kedua kepalan tangannya dibawah dagu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dangerous Mafia
AcciónOlivya adalah seorang gadis lugu yang masuk dalam kehidupan seorang mafia. Ia terserang oleh obsessi dan cinta dari mafia yang telah menculiknya. Trauma akan mafia, perlahan akan menghilang sejak ia mengenal sosok Madrick Vallencio yang menjabat seb...
