28. Flashback 2

49.5K 2.6K 12
                                        

Guys, cerita ini setelah ku ketik langsung publis. Jadi mohon maaf ye kalo ada typo.

HAPPY READING

BTW, VOTE SEMAKIN DIKIT, DAN READERS JUGA. JANGAN KABUR YA... AUTHOR JUGA PUNYA TUGAS OFFLINE, JADI DITUNDA UNTUK NGETIK CERITANYA. INI JUGA SEDANG DI USAHAKAN (:(

------------------------

Hendrick dan Jon bersembunyi dibalik tangga yang menuju kearah lantai atas. Anak buah mafia itu sudah berhasil mereka lumpuhkan. Saatnya, Hendrick menemui mafia yang menjadi musuhnya.

"Hen, apakah kau yakin jika mafia itu ada diatas?" tanya Jon dengan berbisik.

"Aku yakin Dad. Ayo." dengan mengendap-ngendap, Jon dan Hendrick menuju lantai atas dengan pasti.

"Dad, kau jaga saja pintu. Takut jika anak buahnya yang masih tersisa, dan kau langsung tembak saja." ujar Hendrick dan langsung diacungi jempol oleh Jon.

Hendrick membuka pintu rooftop. Benar dugaannya, mafia yang menjadi musuhnya itu, berada diatas sini. Hendrick mengepalkan satu tangannya yang tak memegang tembak. Ia menggeram kesal, karena ulah mafia itu, keluarganya lah yang menjadi korban.

"Hendrick Vallencio, akhirnya kau datang juga. Bagaimana? Menyenangkan bukan?" ujar mafia itu dengan senyuman remehnya.

"Sialan kau!!" desis Hendrick.

Alec Bernald adalah seorang mafia asal Belanda. Mafia ini berhasil menipu Hendrick, agar Hendrick mau bekerja sama. Namun, dengan bodohnya, Hendrick menerima ajakan Alec karena menatap wajah penuh permohonan dari Alec.

Hendrick berjalan menuju Alec dengan santai.

"Alec, Alec. Betapa bodohnya diriku menerima ajakanmu untuk kerja sama--"

"Kau memang bodoh, Hen." Potong Alec.

Hendrick tersenyum pahit. "Ya, aku memang bodoh. Aku terhasut dengan omongan manis seseorang. Aku yang bodoh atau aku yang terlalu baik hati? Sehingga mudah tertipu dengan godaan kucing manis. Memohon layaknya seorang pengemis, memasang wajah ala kucing imut. Bagaimana aku tak merasa kasihan? Tapi... Inikah balasan si pengemis itu? Dengan menyerang dari belakang?" sindir Hendrick yang mampu membuat Alec menggeram marah. Ia tak terima jika ia dikatakan sebagai pengemis.

"Kau mengataiku pengemis?" tanya Alec dengan geram.

"Baguslah jika kau merasa begitu, oh ayolah... Kucing manis, tidakkah kau berpikir Jika kau sedang sendiri disini? Atau ini memang jebakanmu lagi?"

Hendrick melangkah mendekat kearah dimana Alec sedang duduk dengan angkuhnya.
"Dibawah sana, anak buah mu telah ku lumpuhkan dan bahkan ada yang tewas. Apakah kau juga ingin berakhir tragis seperti itu juga, kucing manis?" bisik Hendrick dengan desisan.

Dengan gerakan cepat, Hendrick langsung menahan gerakan tangan Alec yang hendak menembaknya dan tangan satunya mencekik leher Alec dengan lengannya, Hingga pergerakan Alec terkunci.

"Jangan coba-coba untuk mengibarkan bendera perang padaku." Hendrick mengambil pistol yang berada disaku celana dan jas Alec lalu dibuangnya sangat jauh.

My Dangerous Mafia Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang