55.Mad Go Away

27.9K 999 21
                                        

Setelah sarapan pagi, Mad langsung berdiri dari duduknya dan melenggang pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun. Olivya, Zakira dan Jon pun bingung dengan kepergian Mad yang secara tiba-tiba.

"Apakah kalian bertengkar semalam?" tanya Jon dengan hati-hati. Takut jika terdengar Allcy yang sedang memakan buah anggur.

"Tidak, kami baik-baik saja semalam," balas Olivya. "Aku akan menyusulnya." sambungnya.

"Iya, tanyakan ada apa dengan dia."

***

Olivya membuka pintu kamarnya dengan sangat perlahan. Pencahayaan yang minim dan gorden tertutup seakan tak membolehkan cahaya matahari masuk menerangi sebagian kamarnya.

Olivya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya dengan sangat hati-hati. Kaki nya mulai berjalan kearah Mad yang sedang telanjang dada sambil duduk diatas meja bar.

Olivya menghela nafas dengan berat. Mad sudah habis satu botol vodka dan sekarang tangannya sedang memegang botol anggur merah yang masih tersisa setengah.

"Mad, ada apa?" tanya Olivya dengan nada pelan.

Mad melirik kearah Olivya dengan mata sendu nya. Ia menaruh botol berisi anggur merahnya dan berjalan kearah istri tercintanya. Mad berjongkok di depan Olivya dengan pandangan menunduk kebawah.

Olivya mengelus rambut Mad dengan penuh sayang. Olivya terkejut saat melihat pundak Mad bergetar dengan kepala yang senantiasa nunduk.

Apakah Mad menangis?

Olivya ikut jongkok di depan Mad. Tanpa bertanya kenapa, Olivya langsung merangkul Mad. Meletakkan kepala suaminya di pundaknya. Ia tau, jika suaminya ini sedang memikul beban berat di pikiran nya.

Sekuat-kuatnya seorang pria, ia juga akan menangis jika dirinya benar-benar di timpa rasa lelah yang begitu besar. Seorang pria, batinnya berteriak hancur namun fisiknya sekuat baja.

Sekejam-kejam nya Mad, ia akan rapuh dihadapan orang yang di cintai nya.

Tak sadar, Olivya pun ikut meneteskan air mata. Disaat seperti ini, hanya mereka berdua lah yang bisa saling menguatkan dan memberi kekuatan. Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta dua orang yang tulus.

"I know you feel sad, but I would be much more devastated to see you sad." rintih Olivya.

Mad mengangkat kepalanya. Matanya berwarna merah karena air mata. Kedua telapak tangan nya memegang pipi Olivya. "I am sorry." hanya itu kata yang mampu Mad ucapkan.

Dirinya benar-benar merasa lemah. Sangat lemah.

"Tidak, Mad. Kau tidak salah, mereka yang membuat mu seperti ini, mereka lah yang salah." balas Olivya.

Mad berdiri, ia mengambil sebuah buku yang tadi sempat ia baca. Diary Allcy. Mad memberikan buku itu kepada istrinya. Memang Mad belum mengembalikan buku itu pada Allcy, karena ia ingin Olivya tau apa isi buku itu.

"Apa ini, Mad?" tanya Olivya sambil menerima diary nya.

Mad diam, ia tak mengatakan apapun. Ia membiarkan Olivya membuka diary nya dan membaca isi dari buku diary itu.

"Apakah ini tulisan milik Allcy?" tanya Olivya pada Mad. Mad hanya mengangguk sambil menyalakan rokoknya.

Olivya terkejut membaca isi dari diary Allcy.

My Dangerous Mafia Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang