46. Olivya's Birthday

61.3K 2.8K 64
                                        

Two weeks later

Milan, Italy 06.00 AM

Mad menuruni anak tangga. Diujung tangga, ia melihat Armon sedang berbincang dengan seorang pengawal. Karena ada hal yang ingin ia bicarakan, mengharuskan Mad memotong obrolan mereka. Pengawal pun juga sudah pamit berlalu.

"Ayah. Aku ingin memberitahu sesuatu." ujar Mad yang mulai membiasakan dirinya untuk memanggil Armon dengan sebutan Ayah. Bagaiman pun, Armon adalah calon ayah mertua nya.

"Ada apa?" tanya Armon.

"Hari ini adalah ulang tahun Olivya." ujar Mad.

Armon melihat sebuah jam tangannya yang di hadiahi oleh Mad. Seketika, ia menepuk jidatnya. Bagaimana bisa ia lupa akan ulang tahun putri kandungnya?

"Ya Tuhan. Aku melupakannya. Apakah kita akan merayakannya?" tanya Armon.

"Tentu saja. Aku juga sudah memberitahu teman-temannya dari kampus untuk datang. Bolehkah aku minta tolong padamu?"

Armon mengangguk mantap, "Tentu saja nak Mad. Apa yang kau butuhkan?"

"Tolong katakan para maid dan pengawal untuk menyiapkan segala keperluan pesta di taman samping mansion yang luas. Pandu mereka semua. Untuk dekorasi, aku menyerahkan semua padamu. Jangan membuat wanita ku merasa tidak puas dengan dekoran nya. Aku tahu, kau pasti mengenal putrimu lebih dari aku." ujar Mad.

Armon mengangguk berkali-kali. "Siap-siap. Aku akan membuat yang terbaik untuk putriku."

"Oh iya, satu lagi. Bersiaplah juga, karena keluarga besar mu juga akan datang. Aku telah menghubungi mereka untuk hadir. Siapkan dirimu."

Mad hendak melangkah pergi, namun tangannya di cegat oleh Armon.

"Terima kasih nak. Biarpun kau seorang mafia, tapi kau memiliki hati yang baik. Kau sudah menjaga putriku dan juga diriku. Aku sangat berterima kasih."

"Tidak perlu berterima kasih. Itu sudah kewajiban ku. Mulailah bekerja, acara akan dimulai pukul enam sore." balas Mad dengan senyuman.

***

"Hoammmmmm..."

Olivya menguap dengan sangat lebar. Entah mengapa, belakangan ini tidurnya jauh lebih nyenyak. Apa mungkin karena kamar Mad yang nyaman? Atau karena pelukan hangat Mad setiap malam?

"Bagaimana tidurnya nyonya?"

Olivya menoleh kearah sumber suara. Mad, pria itu baru saja datang dengan pakaian abu-abu santai nya dan celana jins biasa.

Olivya tersenyum hingga menampakkan lesung pipinya. "Sangat nyaman. Rasanya aku masih tidak ingin bangun."

Mad berjalan mendekat dan mendudukkan dirinya dipinggir ranjang. Ia membelai pipi kekasihnya dengan sangat lembut.

"Ingin berbelanja?" tanya Mad. Hari ini adalah hari spesial untuk Olivya. Dan, Mad juga akan lebih me-spesialkan kekasihnya lebih dari hari-hari lalu. Apapun yang Olivya minta, sebisa mungkin Mad menurutinya.

"Mau..." serunya dengan semangat.

"Baiklah. Kita akan berangkat sekitar pukul dua belas saja. Ini masih terlalu pagi."

Olivya mengangguk. "Mad, kau bilang Ayah akan tinggal disini sehari dan selebihnya tinggal dirumah Grandpa Adnan." tanya Olivya.

My Dangerous Mafia Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang