I Love You

946 68 99
                                        

"Mungkin benar kesabaran sangat
dibutuhkan untuk kamu membalas
Perasaanku, dan hari ini kamu
membalas perasaan itu. "

~Clara Syintia Dewi~

Setelah bel pulang terdengar, aku langsung berjalan menuju gerbang. Mau tau sama siapa? Jawabannya ya, sendiri namanya juga jomblo, hmm.

Setelah sampai di gerbang, aku langsung menunggu taksi untuk pulang.

"Dewi!" panggil seseorang terdengar dari belakang. Aku pun langsung membalikan tubuh 180°. Ternyata yang memanggilku adalah Farel, ngapain dia manggil aku, ya?

"Ada apa?" tanyaku ketika Farel sudah berada di hadapanku.

"Eum ... gue, eu ... eum ...."

"Rel, kalau ngomong yang jelas napa!" pintaku.

"Gu-gue, eum ... gini, nanti malem lo ada acara gak?" tanya Farel gugup.

"Enggak, emang kenapa?" tanyaku.

"Nanti malem gue mau ngajak lo jalan, lo bisa?" tanyanya. Aku gak salah dengarkan, dia mau ngajak aku jalan?

"Hmm ... bisa sih. Tumben-tumbenan lo ngajak gue jalan," ucapku.

"Ya, nanti lo siap-siap aja! Gue jemput, setelah sholat isya, oke!"

"Emang lo tau rumah gue di mana?" tanyaku. Ya, setahu aku Farel gak tau rumahku, kan gak pernah ke rumah.

"Ya taulah, kan waktu itu gue pernah nganterin lo ke rumah. Lo udah pikun, ya?" tanya Farel.

"Emang iya, ya?" tanyaku sambil mengernyitkan dahi.

"Ya taulah, lo beneran udah pikun kayaknya," ucapnya.

"Dih, gak usah ngatain gitu juga napa!" ucapku sebal.

"Haha ... iya, maaf! Gitu aja ngambek," ucap Farel sambil tersenyum dan mengacak rambutku

"Duh, Rel, plis jangan bikin gue baper lagi, dan nganggep lo itu punya perasaan lebih dari sekedar temen!" batinku.

Setelah mengucapkan itu dia langsung pergi, lalu aku pun begitu karna taksi sudah berada di depan.

🌹🌹🌹


Di tempat lain dua orang laki-laki sedang mengobrol serius, mereka adalah Adit dan Bagus.

"Dit, gue perlu ngomong sama lo!" pinta Bagus.

"Ngomong apa, hah? Lo gak puas udah ngancurin kehidupan gue," ucapnya ngegas.

"Lo bisa gak sih, diajak ngomong baik-baik?" tanyanya yang tak kalah ngegas.

"Gue?" tunjuknya pada dirinya sendiri, "ngomong baik-baik sama orang yang udah ngehancurin kebahagiaan gue? Haha ... gak akan," ucapnya lagi sambil tertawa jahat.

"Denger, ya! Gue gak pernah ngehancurin kebahagiaan lo," balasnya penuh penekanan.

"Gak pernah? Terus, apa kabar dengan mamah lo dan lo yang udah ngerebut papah gue?" tanyanya.

Aditya Azahra(Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang