Kecelakaan

957 59 70
                                        

"Penyesalan selalu datang di akhir,
Kalau di awal namanya pendaftaran. "

~Aditya Kurniawan~

Setelah Adit dan Bi Eti melangkah pergi, Syakila berniat untuk menyeberang jalan sambil mengoceh.

"Apaan sih tuh anak, Tuhan maha melihat Tuhan maha melihat. Buktinya gue gak papa," ucapnya sambil menyebrangi jalan, dia tidak melihat kanan kiri dan tanpa ia sadari ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.

Ketika Shakila menoleh, ternyata mobil itu sudah mendekatinya dan akhirnya

Bruk!

Syakila terpental jauh ke aspal dan saat itu juga Adit juga Bi Eti menoleh mereka kaget karna ternyata suara itu adalah ketika Syakila tertabrak mobil. Bi Eti langsung lari menghampiri Syakila yang sudah lemah tak berdaya dengan darah berceceran di keningnya.

"Astagfirullah, Nak, kamu bertahan! Kamu kuat," ucap Bi Eti dengan tangisnya sambil mengangkat kepala Syakila supaya bersandar di pangkuan Bi Eti.

"I-bu ma-maafin a-aku," ucap Syakila dengan terbata-bata.

"Ibu udah maafin kamu Nak, kamu harus bertahan!" pinta Bi Eti dengan air mata yang terus mengalir.

"A-adit gu-gue ti-titip i-ibu, da-dan ma-maafin gu-gue kar-karna gu-gue u-dah ja-jahat sa-sama lo da-dan Zah-Zahra," ucap Syakila setelah itu dia langsung menutup matanya dan tak sadarkan diri.

"Nak, bangun! Bangun, ibu udah maafin kamu bertaha, Nak!" pinta Bi Eti sambil menepuk-nepuk pipi Syakila.

"Bi,, sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit! Ayo, biar saya antar!" pinta Adit. Bi Eti hanya mengangguk, lalu Adit memangku Syakila. Walau dia sangat benci Syakila, tapi Adit juga punya rasa kemanusiaan. Tak mungkin ia tidak membantu orang yang terkena musibah.

Adit dan Bi Eti langsung membawa Syakila ke dalam mobil untuk pergi ke rumah sakit.

"Dit, dia kenapa?" tanya Seli dengan kagetnya.

"Dia yang tadi ketabrak, Mah."

"Ya sudah, kita bawa ke rumah sakit sekarang!" pinta Seli.

"Iya."

Setelah itu Adit menurunkan Syakila dari pangkuannya ke kursi mobil, Bi Eti pun ikut duduk di belakang bersama Syakila sementara Adit dan Seli di depan. Tak lama Adit langsung menancapkan gas mobilnya melaju menuju rumah sakit.

Setelah sampai mereka langsung keluar dari mobil, sementara Adit memangku Syakila dan membawanya ke dalam rumah sakit.

"Suster, tolong anak saya!" pinta Bi Eti pada salah satu suster yang ada di sana. Suster itu bergegas membawa brankar bersama perawat lainnya, Adit pun langsung menidurkan Syakila di atas brankar. Kemudian mereka membawa Syakila ke ruang UGD.

"Ibu dan Mas sebaiknya tunggu disini!" pinta suster itu.

"Tapi tolong selamatkan anak saya, Sus!" pinta Bi Eti.

"Baik Bu, dokter sedang menangani pasien, Ibu berdoa saja semoga pasien baik-baik saja!" pintanya. Setelah itu suster langsung masuk ke dalam ruang UGD, sementara Bi Eti beserta Adit dan mamahnya menunggu di luar sambil duduk di kursi.

Aditya Azahra(Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang