"Cintailah kekasihmu sewajarnya
Karena bisa saja suatu saat nanti
Ia akan menjadi orang yang kamu
Benci. Dan bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu."
(HR.Al-Trimidzi)
Sudah seminggu ini aku berada di pesantren, aku merasa lebih baik berada di pesantren ini dan hatiku pun tenang ketika di sini. Aku ke mana-mana selalu bersama Syifa karna dia yang gampang akrab denganku.
Sekarang kami sedang berada di kelas dan yang mengajar adalah Ustadzah Aisyah. Dia cantik, kulitnya putih, hidungnya mancung, tinggi pula. Ia selalu mengenakan pakaian dengan warna yang tidak mencolok, itu yang membuat dirinya terlihat anggun. Terlihat dari wajahnya sepertinya dia baru berusia dua puluh lima tahun.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," salamnya.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab kami.
"Baiklah, sekarang ustadzah mau kalian memberikan pertanyaan atau bertanya terserah mau tentang apa! Jadi sekarang kita sharing gitu," ucapnya.
"Na'am, Ustadzah," jawab kami.
"Na'am, siapa yang mau bertanya terlebih dahulu?" tanyanya.
"Ana, Ustadzah," jawab seorang santriwati sambil mengacungkan tangan.
"Na'am anti, mau bertanya apa?" tanyanya.
"Begini Ustadzah, ada teman ana yang sangat membenci teman laki-lakinya. Apakah itu di perbolehkan dalam agama kita atau bagaimana?" tanya Santriwati itu.
"Jadi begini, Rasulullah pernah bersabda"Cintailah kekasihmu sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci dan bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu."(HR.Tirmidzi). "
"Jadi kita tidak boleh membenci orang itu mau perempuan mau laki-laki walaupun dia selalu membuat kita tidak nyaman, apalagi kepada lawan jenis, kita tidak boleh terlalu benci kepadanya karna cinta itu bisa berawal dari benci, dan sebaliknya, benci itu bisa berawal dari cinta."
Dari semua penjelasannya itu sama
dengan kisah cintaku, dulunya aku sangat membenci Adit, tapi seiring berjalannya waktu aku menjadi cinta padanya dan malah menjalin hubungan dengannya.
Akan tetapi, sekarang ketika aku sangat mencintainya dan aku malah tersakiti olehnya, kemudian membuatku benci padanya. Apa setelah aku benci dia lagi, aku bakal mencintainya lagi?
"Na'am, anti faham maksud ana?" tanya Ustadzah Aisyah pada seorang santriwati yang tadi bertanya.
"Faham, Ustadzah," jawabnya.
"Apa ada yang mau bertanya lagi?" tanyanya.
"Ana, Ustadzah," ucapku sambil mengacungkan tangan.
"Na'am, anti namanya siapa?" tanyanya.
"Nama ana Azahra Anatasya," jawabku sambil tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aditya Azahra(Tamat)
Roman pour AdolescentsJudul Baru: Aditya Azahra Judul Lama: Cewek Kaku Vs Cowok Gesrek Judul baru, cerita lebih seru!!! *** Seorang cewek bernama Azahra Anatasya, si cewek kaku plus anti kaca yang selalu dijaili oleh seorang cowok bernama Aditya Kurniawan, si cowok gesre...
