"Kata orang hijrah itu mudah,
Yang sulit itu istiqamah. Jika tanpa
Kekuatan iman dan takwa
Kepada-Nya."
~Azahra Anatasya~
Sekarang Zahra dan Zaki sudah sampai di sebuah pesantren yang ada di kota kembang, ya, Kota Bandung. Untungnya perjalanan mereka tidak ada hambatan dan tidak terkena macet, walau kadang mereka berhenti sebentar atau mencari makan ketika cacing di perut meminta makan.
"Alhamdulillah Dek, kita udah sampe," ucap Zaki ketika memberhentikan mobilnya di depan gerbang.
"Hmm ... ya," jawabnya seperti tak bersemangat.
"Ayo, turun!" pintanya, lalu mereka turun dari mobil. Kemudian, Zaki langsung mengambil koper Zahra yang tersimpan di bagasi.
Di depan gerbang terpampang nama pesantren itu 'An Nur'.
"Wih Dek, nama pesantren nya An Nur, cocok banget sama lo yang kegelapan akan cinta, An Nur kan artinya cahaya," ucapnya sambil cengegesan.
"Pliss deh, Kak! Jangan bahas bucin mulu, napa!" pintanya malas.
"Kenapa sih lo? Ya udah, ayo masuk!" ajaknya. Mereka pun berjalan menuju gerbang, ternyata gerbangnya dikunci, lalu Zaki pun menghampiri satpam.
"Assalamu'alaikum, Pak," ucapnya.
"Wa'alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh, ada yang bisa saya bantu?" tanya satpam itu ramah.
"Begini Pak, adik saya mau daftar di pesantren ini, apa kami boleh masuk?" tanya Zaki sopan.
"Oh begitu, boleh. Mari, masuk!" ajak satpam itu sambil membuka gerbang yang tadi terkunci.
"Kalau ruang kepala pesantrennya di mana ya, Pak?" tanyanya.
"Eum ... sebentar,"ucap satpam itu, "Neng, Neng!" panggil satpam itu pada seorang santri yang akan melewati mereka.
"Ya, Pak, ada apa?" tanya santri itu.
"Begini Neng ini sama Mas-nya mau ke ruangan kepala pesantren, Neng bisa anterin mereka?" tanya satpam itu.
"Oh iya, bisa Pak," jawab santri itu.
"Ya, makasih. Kalau begitu, sekarang kalian ikuti dia, ya!" pinta satpam.
"Baik Pak, terima kasih. Assalamualaikum," ucap Zaki.
"Sama sama, wa'alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh."
"Mari, saya antar!" ucap santri itu dengan senyum manis hingga membuat Zaki tak berkedip.
"Eh, awas tuh matanya!" sindir Zahra.
Mendengar itu Zaki langsung mengedip-ngedipkan mata, lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sementara santri itu hanya menahan tawa.
Mereka pun berjalan menuju ruang kepala pesantren yang letaknya tak jauh dari gerbang, suasana pesantren di sana sangat nyaman dan tenang.
"Assalamu'alaikum," ucap santri itu ketika mereka sudah sampai di depan ruang kepala pesantren.
"Wa'alaikumusalam, silahkan masuk!" pinta seseorang yang ada di dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aditya Azahra(Tamat)
Novela JuvenilJudul Baru: Aditya Azahra Judul Lama: Cewek Kaku Vs Cowok Gesrek Judul baru, cerita lebih seru!!! *** Seorang cewek bernama Azahra Anatasya, si cewek kaku plus anti kaca yang selalu dijaili oleh seorang cowok bernama Aditya Kurniawan, si cowok gesre...
