Thanks

913 62 75
                                        

"Harus menerima apapun yang
Tuhan berikan walau tak
sesuai dengan harapan. "

~Aditya Kurniawan~

"Terima kasih karna pernah singgah di hati dan membuat luka yang menyakiti," batin Zahra berucap setelah melihat seorang laki-laki yang sedang menggoda seorang perempuan di pinggir gerbang.

Sakit? Ya, itu yang sekarang Zahra rasakan ketika melihat Adit bersama seorang perempuan yang entah itu siapa, jelas bukan Syakila.

"Dek, udah jangan diliatin mulu! Lo udah liat 'kan sekarang dia itu gak pantes buat lo dan masih suka mainin cewek," ucap Zaki ketika mengetahui Zahra terdiam saat melihat Adit.

"Ayo, masuk! anggap dia gak ada, bisa 'kan?" tanya Zaki.

"Bisa," balasnya berusaha tegar.

"Mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan, itu yang sedang aku rasakan dan aku lakukan saat ini," batinnya.

Zahra menghembuskan napas berat, lalu ia berjalan bersama Zaki menuju sekolah. Saat di gerbang ia berpapasan dengan Adit, mata mereka juga bertemu dan langkah Zahra terhenti. Entah karna apa kakinya seperti sulit untuk melangkah maju.

"Maaf, aku terpaksa melakukan ini. Semoga kamu bahagia di sekolah yang baru dan mendapatkan yang lebih baik dari aku," batin Adit.

"Zahra, lo harus kuat, lo gak boleh
lemah! Tinggalkan dia yang gak pernah mengharapkan kehadiran lo!" batin Zahra menyemangati dirinya sendiri, lalu ia melangkah bersama Zaki menuju ruang kepala sekolah untuk mengurus kepindahannya.

"Dit, lo kenapa? Nanti jadi nonton bareng?" tanya seorang cewek yang sedang bersama Adit.

"Hah? Eu ... eum sorry, lain kali aja ya
gue ada urusan!" jawabnya lalu pergi meninggalkan cewek itu yang kebingungan.

"Eh Dit, lo mau ke mana?"

"Aditya!"

"Aditya kurniawan!"

Namun, Adit  hiraukan teriakan cewek itu. Dia sebenarnya terpaksa harus menggoda seorang cewek yang entah siapa tak ia kenali namanya. Akan tetapi, yang jelas dia sekolah di SMA itu,  Adit terpaksa karna permintaan Kakak Zahra, ya Zaki.

Malam itu Adit sedang menatap
langit-langit yang ada di kamarnya, tatapannya kosong hingga sebuah nada dering yang ada di ponselnya membuyarkan lamunan.

Dia langsung mengambil handphone yang ada di sampingnya, lalu men-scroll layar dan membuka aplikasi WhatsApp.

081xxxxxxxxx
Gue punya permintaan buat lo

Setelah membaca pesan itu dahinya langsung mengernyit,"nomer siapa nih gak ada namanya?" monolognya.

"Permintaan? Maksudnya apa?" ucapnya lagi.

Aditya
Maaf ini siapa, ya?

Aditya Azahra(Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang