"Tanah dan rumput tolong ajariku
Untuk merelakan dirinya pergi,
Seperti engkau rela bila diinjak
Makhluk-Nya. "
~Aditya Kurniawan~
Malam ini Zahra sedang berkemas untuk keberangkatannya besok ke pesantren, dia memasukan pakaiannya yang akan ia kenakan di sana juga keperluan yang lain. Ketika dia sedang mengambil pakaiannya di dalam lemari, ada sebuah kotak kecil yang terikat oleh pita cantik dekat pakaian.
Zahra langsung mengambil kotak itu, dia kembali teringat siapa yang memberinya kotak itu dan belum pernah ia buka lagi isi kotaknya.
"Kenapa lo tega sama gue? Gue masih sayang sama lo, tapi lo-lo ... ah," ucap Zahra sambil meratapi kotak itu, mulutnya tak kuat untuk melanjutkan ucapannya hingga air matalah yang berucap.
"Gue gak boleh kayak gini terus, dia udah bahagia sama yang lain dan gue juga harus bahagia," ucapnya sambil menghapus air mata. Dia menghembuskan napas berat, lalu tersenyum. Setelah itu, memasukan kotak tersebut ke dalam koper tanpa membuka terlebih dahulu isinya.
Tok ... Tok ... Tok ...
Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamarnya,"masuk!" pintanya. Lalu orang itu masuk dan langsung menghampiri Zahra.
"Udah beres-beres, Dek?" tanya Zaki.
"Keliatannya?" Zahra malah balik bertanya.
"Hmm, besok kita berangkat pagi. Sahabat lo mau ikut nganter?" tanyanya.
"Gak tau. Emang pesantrennya dimana sih, Kak?" tanya Zahra. Dari waktu itu Zahra belum pernah diberitahu di mana pesantrennya.
"Bandung."
"Berarti jauh dong dari rumah kita," ucapnya.
"Ya, kalau deket ngapain mesantren? Kan gue nyuruh lo masuk pesantren juga biar mandiri, gak jadi anak manja."
"Eh, emang gue gak manja," ucapnya tak mau kalah.
"Serah lo deh, yang jelas besok lo harus bangun pagi-pagi pake pakean muslim, lo tau 'kan? Masa gak tau, kalau lo gak tau kebanget dah."
"Ya, taulah. Walaupun gue gak pake hijab, tapi gue tau pakean muslim itu kayak gimana," ungkapnya sambil memutar bola mata malas.
"Bagus. Kalau gitu gue ke kamar dulu, night," ucap Zaki sambil berjalan keluar, lalu menutup pintu kamar.
"Night."
🌱🌱🌱
Sang surya sudah mulai menampakan dirinya, seorang gadis cantik pun sudah siap dengan pakaian cantiknya.
"Wih, ini bener adek gue, kan?" tanya Zaki.
"Bukan, gue gak punya abang kayak lo," jawab gadis itu.
"Etdah lo, Dek! Baru sadar kalau gue
punya adek cantik," puji Zaki sambil cengengesan.
"Baru nyadar lo, ya, udah dari dulu kali."
KAMU SEDANG MEMBACA
Aditya Azahra(Tamat)
Novela JuvenilJudul Baru: Aditya Azahra Judul Lama: Cewek Kaku Vs Cowok Gesrek Judul baru, cerita lebih seru!!! *** Seorang cewek bernama Azahra Anatasya, si cewek kaku plus anti kaca yang selalu dijaili oleh seorang cowok bernama Aditya Kurniawan, si cowok gesre...
