Penjara

871 62 104
                                        

"Orang tua akan selalu menyayangi
Anaknya walaupun ia selalu tersakiti olehnya, tapi mengapa kamu sebagai anaknya seolah bersikap seperti kacang lupa pada kulitnya. "

~Aditya Kurniawan~


Setelah Adit dan mamahnya menyelesaikan permasalahan yang menimpa keluarganya, dan setelah mereka kembali lagi akrab, Adit dan mamahnya memutuskan untuk pulang.

"Mah, maaf ya, karna Adit gak bilang dulu kalau kita mau ketemu papah," ucapnya ketika di perjalanan menuju rumah.

"Hmm ... iya, gak papa. Malahan mamah seneng karna kamu mau hubungan kita tetap terjalin baik dengan keluarga papah kamu," ucap mamahnya sambil tersenyum.

"Alhamdulillah kalau gitu," ucap Adit yang menoleh pada mamahnya sambil membalas senyumannya, setelah itu kembali fokus menyetir.

"Mamah boleh tanya sesuatu gak sama kamu?" tanya Seli.

"Boleh, emang mau tanya apa?" tanyanya balik.

"Cuman mau tanya aja, dulu 'kan kamu cuek sama keluarga dan malah benci banget sama papah kamu. Terus, kenapa sekarang kamu mau keluarga kita baikan? Dan mamah ngerasa kamu itu jadi lebih dewasa," ucap mamahnya.

"Hah? Eum ... ya, Adit pengen yang terbaik aja buat kita. Adit juga selalu inget perkataan seseorang yang pernah bilang ke Adit, kalau sesama makhluk harus saling memaafkan, Tuhan aja mau maafin makhlukNya yang banyak dosa, masa kita enggak," ucapnya.

"Seseorang? Siapa?" tanya mamahnya sambil tersenyum jail.

"Ya, seseorang pokoknya," jawabnya.

"Pacar kamu, ya?" godanya.

"Hah? Pa-pacar? Adit gak punya pacar," ucapnya gelagapan.

"Ah, yang bener? Masa tampang  playboy gini gak punya pacar," cibirnya.

"Tega banget mamah bilang gitu sama anaknya," ucap Adit.

"Iya deh, mamah 'kan cuman bercanda," ucap mamahnya sambil cengegesan.

Ketika sedang menyetir, Adit melihat dua orang yang sedang bertengkar di pinggir jalan, dan orang itu seperti Adit kenal. Adit pun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.

"Loh, kenapa berhenti Dit?" tanya Seli.

"Sebentar Mah, nanti Adit ke sini lagi," ucapnya. Dia langsung keluar dari mobil dan berjalan menghampiri orang itu, sementara Seli kebingungan di dalam mobil.

"Lo itu ibu yang gak berguna, semua gara-gara lo hidup gue jadi berantakan, dan temen-temen gue juga benci sama gue, itu juga karna lo!" bentak orang itu yang terlihat seumuran dengan Adit.

"Gue benci punya ibu kayak lo, kenapa gue harus terlahir dari ibu kayak lo, dan harus jadi orang miskin? Gue gak mau punya ibu kayak lo, denger itu!" lanjutnya lagi.

"Ibu?" tanya Adit setelah dia berhenti di belakang cewek itu, seketika dua orang itu langsung menoleh ke belakang di mana di sana ada Adit.

Aditya Azahra(Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang