Kami pasti akan mengembalikan kamu melalui rasa takut dan lapar, dengan cara mengurangi harta benda, nyawa, dan hasil panen kamu. Berikan kabar gembira kepada mereka yang sabar. Ketika kejadian seperti itu menimpa mereka, mereka berkata: "Kita milik Tuhan dan kita pasti akan kembali ke hadirat-Nya." Mereka adalah orang-orang yang memiliki dukungan dan terima kasih yang mendukung dari Guru mereka. Mereka adalah orang-orang yang berada di jalan yang benar. "
(Al-Baqarah 155-157)
"Mengikhlaskan seseorang itu memang sulit tapi akan lebih sulit lagi jika kita tidak mengiklaskannya, karna untuk menjadi kuat mungkin kita harus kehilangan seseorang terlebih dahulu. "
~Aditya Kurniawan~
"Semoga almarhummah diampuni dosa-dosanya, diterangkan kuburannya, dan ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT," ucap seorang ustadz yang berdoa di makam seseorang bersama yang lainnya.
"Aamiin." Semua orang mengaminkan doanya. Sementara seorang wanita terduduk lemas sambil memegang nisan yang bertulisan nama anaknya, dia menangis dengan terus-menerus tidak menyangka kalau usia anaknya lebih pendek dari usia dirinya.
"Bi, sudah jangan menangis! Ikhlaskan Syakila. Kalau Bibi terus sedih kayak gini, dia pasti sedih juga liat Bibi kayak gini," ucap Adit sambil memegang pundak Bi Eti.
Ya, memang yang telah meninggalkan dunia yang fana ini adalah Syakila, Tuhan telah mengambil nyawanya pada kemarin sore di rumah sakit.
Sore itu suasana di rumah sakit sangat menegangkan karna jantung Syakila tidak berdetak dan denyut nadinya pun tidak ada.
Bi Eti menunggu di luar bersama Adit dan Seli, sementara dokter masih memeriksa di dalam. Tak lama dokter pun keluar dan memberitahukan kadan Syakila sekarang.
"Dok, gimana kadan anak saya? Dia baik-baik saja 'kan, Dok?" tanya Bi Eti sambil bangkit dari duduknya dan menghampiri dokter itu bersama Adit dan Seli.
"Ma-maaf, Bu, anak ibu tidak bisa diselamatkan."
Jleb! Bagai tombak yang menusuk ke dalam dadanya dengan sangat keras, sakit, sedih, kehilangan, itu yang baru saja Bi Eti rasakan saat mendengar bahwa anaknya telah tiada.
"Dokter bohong, kan? Dokter pasti bercanda ya, kan Dok? Anak saya gak papa, kan Dok?" tanya Bi Eti sambil mengguncang-guncangkan tubuh dokter itu yang hanya terdiam dengan raut wajah sedih.
"Saya tidak berbohong Bu, itu memang kenyataan," jawabnya.
"Enggak, enggak mungkin ... anak saya masih hidup, Dok," ucap Bi Eti menggeleng tak percaya dengan air mata yang membasahi pipi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aditya Azahra(Tamat)
Ficção AdolescenteJudul Baru: Aditya Azahra Judul Lama: Cewek Kaku Vs Cowok Gesrek Judul baru, cerita lebih seru!!! *** Seorang cewek bernama Azahra Anatasya, si cewek kaku plus anti kaca yang selalu dijaili oleh seorang cowok bernama Aditya Kurniawan, si cowok gesre...
