Happy reading !!!
Selamat datang di cerita WHAT IS LOVE !!!😊😙Let's move to the story !!!😉😊😙
"Hanya saja, kehadiran Danish di sisinya seakan mengusir segala rasa takut itu. Entah mengapa, Lily selalu merasa aman saat bersama Danish. Segalanya seakan baik-baik saja jika ada Danish di sampingnya."
~Lilt Rafanda Armando~
***
Lily turun dari motor besar Danish, ini pertama kalinya mereka ke sekolah bersama memakai motor besar itu. Danish memarkir motornya di samping motor Rayhan, Reza, dan Bagas yang juga baru saja sampai.Saat ini mereka berkumpul di parkiran. Seperti biasa mereka akan menunggu yang lain datang semua. Seperti saat ini, mereka masih tetap di sana menunggu Dika dan Risa yang belum datang.
Tidak lama mobil Dika memasuki area parkiran. Kelimanya langsung heboh saat melihat Risa turun dari mobil itu.
"Uhuuiii...Ada yang bakal bayar PJ nih !” heboh Bagas.
"Asik asik jos !” lanjut Reza.
"Cintaku bersemi di apartemen sahabatku !” goda Rayhan.
Secara mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama di apartemen Danish dan Lily.
Lily dan Danish hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka. Apalagi melihat wajah merona Risa dan Dika yang sudah seperti udang rebus.
Tapi tanpa Lily dan Danish sadari, fokus kelima orang itu kini malah tertuju kepada mereka.
Sepertinya ada yang berbeda dengan mereka berdua hari ini. Lihat saja keduanya yang saling berpegangan tangan dan tersenyum bersama.
Dalam hati mereka mengucap syukur jika mereka sudah bisa saling mencintai. Mereka rasa masa bersedih dalam rumah tangga mereka memang seharusnya sudah berakhir.
Mereka sudah terlalu banyak menangis. Mereka sudah terlalu banyak merasa pedih. Dan sekarang sepertinya adalah waktu yang tepat untuk mengkahiri semua kesedihan itu dan digantikan dengan kebahagiaan.
Mereka berjalan beriringan memasuki bangunan kampus yang berdiri dengan kokohnya. Lily berjalan di samping Risa yang masih memasang wajah merona.
Rayhan, Reza, dan Bagas tidak henti-hentinya menggoda mereka. Meski Lily tahu mereka sebenarnya tidap pacaran. Tapi Lily bisa melihat bahwa sahabatnya itu mulai punya rasa pada Dika.
Lily memasuki kelasnya yang memang berada paling dekat dari parkiran. Sementara yang lain masih melanjutkan perjalanan mereka ke kelas masing-masing.
Dua minggu tidak masuk kuliah benar-benar cukup membuat Lily ketinggalan banyak materi. Siska yang melihat Lily sudah datang langsung menghampiri gadis itu.
“Lily kamu baik-baik saja ?” tanya Siska khawatir.
Apalagi saat melihat perban yang masih terpasang di kening Lily. Dan dia lebih kaget saat melihat perut rata Lily.
“Lily, kamu...” Siska tidak sanggup melanjtkan kalimatnya.
Sisma langsung memeluk tubuh ramping sahabatnya itu.
"Aku nggak apa-apa !” Lily mencoba tersenyum di akhir kalimatnya.
Memang masih berat, tapi dia tidak boleh terus-terusan terpuruk. Karena itu hanya akan membuat kakak dan sahabat-sahabatnya khawatir.
Jujur saja Lily masih merasa sedikit trauma dengan penculikan itu. Perasaan takut akan kembali diculik rasanya tidak akan mudah hilang begitu saja dari pikiran Lily.

KAMU SEDANG MEMBACA
WHAT IS LOVE?
Teen FictionHarap FOLLOW dulu sebelum baca.😊😉 Lily Rafanda Armando. Gadis cantik yang dikenal dengan kepintaran, dan segala sifat baiknya. Lily adalah gadis yang kalem dan cenderung pendiam. Ia kurang pandai dalam mencari teman baru. Karena itu, ia hanya memi...