23

175 18 1
                                    

Hay, semua !
Happy reading ! Jangan lupa tinggalkan jejaknya !

Vote and comment, yaa !!!😊😉😙

Rest well, stay healthy, keep smile and be happy !!!😉😙😍

Lily dan Danish kembali lagi.😄😎😎
So let's move to the story !!!😄😎

"Tak peduli sebesar apapun kesalahan yang telah anak-anaknya perbuat. Tak peduli sefatal apa kesalahan anaknya. Mereka tetap akan memaafkan. Dan selamanya, mereka tidak akan pernah membenci anak-anaknya. Tidak akan pernah !"

~Danish Luthfi Marq~

***
Satu minggu telah berlalu bersama denan usainya finel test dilaksanakan. Dan disinilah mereka sekarang, salah satu warung di pinggir jalan yang sudah menjadi salah satu tempat favorit mereka.

Semua tampak menikmati makanan masing-masing. Saatnya mereka melepas penat setelah satu minggu full mengikuti final test. Dan sekarang mereka ingin bersantai sambil menikmati kebersamaan.

Lily menikmati gado-gadonya sambil sesekali tertawa mendengar candaan dari sahabat-sahabatnya. Risa yang biasanya tidak banyak menanggapi pun ikut membuat lelucon.

Rasanya begitu tenang bisa bercanda tawa seperti itu. Andai saja Lily bisa melakukan itu bersama ayah dan ibunya. Ahh, tidak perlu bercanda ! Cukup disapa sekali saja Lily sudah sangat bahagia.

"Are you okay, Sugar ?" tanya Danish menyadari perubahan ekspresi istrinya.

"Aku hanya...rindu mamah dan papah ! Sejak menikah aku belum pernah bertemu lagi dengan mereka" jawab Lily sedih.

Ekspresi Danish pun ikut meluruh. Semua karena kesalahannya. Ahh, dia bahkan belum pernah mencoba mengunjungi mertuanya karena terlalu sibuk dengan urusan kampus dan pekerjaan.

Bodoh sekali dia yang sampai melupakan fakta besar itu !

"I'm so sorry, Sugar ! Bagaimana kalau besok kita mengunjungi mereka ?" Lily mengangkat kepalanya menatap kedua manik biru Danish.

"Apa mereka akan menerima kita ?" tanya Lily putus asa.

Danish tidak menjawab karena faktanya dia pun tidak tahu jawabannya. Dia sadar seberapa bencinya kedua mertuanya kepadanya. Dan kebencian itu pun turut berimbas kepada gadisnya. Ahh, semua karena kesalahannya.

Danish mengelus lembut puncak kepala Lily. Dia ingin mengucapkan kata-kata penghibur namun tak ada yang bisa dia ucapkan. Mungkin nanti dia akan menanyakan masalah itu pada kakak iparnya.

Iya, harus !

Mereka menghabiskan waktu di luar hingga sore hari. Mereka baru sampai di apartement setelah pukul enam sore. Danish hanya bersih-bersih dan langsung berangkat ke mesjid. Sementara Lily memilih menyiapkan makan malam setelah sholat Maghrib.

Danish baru pulang setelah sholat Isha. Dia mengerutkan keningnya saat mendapati teman-temannya sudah berkumpul di rumah mereka. Bukan hanya teman-temannya tapi juga ayahnya.

"Daddy ? Dad ngapain ke sini ?" tanya Danish.

Pletaakk...

Satu jitakan mendarat mulus di atas puncak kepala Danish. Danish mengerang kesakitan tapi Lily tidak memperdulikannya.

"Kok nanya gitu saja Daddy ? Daddy ayo makan malam sama-sama !" dumel Lily pada Danish. Daniel hanya tertawa melihat tingkah kedua anaknya itu.

WHAT IS LOVE?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang