27

147 13 2
                                    

Happy reading !!!😉😊😙
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ! Please, support author with vote and comment !!!😉😉😙

Silahkan tambahkan cerita ini ke daftar bacaan/perpustakaan kalian, yaa !!😉😙

So let's move to the story !!!😉😉🤗😙

"Hold my hand ! Do not be afraid because I am here with you ! Keep you safe.  And everything's gonna be alright if we are together !"

~Danish Luthfi Marq~


***
Dean mengelus lembut puncak kepala adiknya. Senyumnya tercetak lebar melihat senyum adik kecilnya itu. Sepertinya kehidupan adiknya sudah jauh lebih baik sekarang. Dan Dean sangat bersyukur untuk itu.

Dean berharap Lily akan selalu bahagia seperti itu. Dia berharap bisa selalu melihat seulas senyum di bibir adiknya. Dean sangat berharap.

Saat ini mereka sedang berada di bandara. Karena hari ini Lily, Danish, Rayhan, Risa, Dika, Reza dan Bagas akan berangkat liburan. Bukan cuma ada Dean, Armando, Daniel dan Fatimah pun ikut mengantar mereka ke bandara.

Liburan semester satu mereka dimulai hari ini. Dan mereka akan libur selama satu bulan kedepan. Rencananya mereka akan liburan di luar negeri selama 3 minggu.

Satu minggu sisahnya akan mereka habiskan di Indonesia. Berkumpul bersama keluarga mereka, mungkin ? Juga sekaligus untuk persiapkan menyambut semester baru.

Hari ini mereka akan terbang ke Korea Selatan sebagai negara pertama yang akan mereka datangi. Karena rencananya mereka akan melakukan perjalanan ke 3 negara sekaligus.

Minggu pertama mereka liburan di Korea Selatan. Setelah itu di minggu kedua mereka akan terbang ke Paris. Dan minggu terakhir mereka akan terbang ke Swiss.

Itu adalah negara-negara yang sangat ingin dikunjungi Lily. Karena itu mereka memutuskan untuk liburan di tiga negara itu. Beruntung yang lainnya pun belum pernah merasakan mengahabiskan waktu liburan di negara-negara tersebut.

"Kalian hati-hati yaa di sana ! Jangan keluarga terlalu larut ! Jangan keluar sendiri ! Kalau ada apa-apa kalian bilang dengan yang lain !" nasehat Fatimah dengan sikap keibuannya yang selalu membuat hati Lily menghangat.

Lily mengangguk mengiyakan.

"Siap, tante !" jawab Reza, Dika, Risa, Rayhan dan Bagas kompak.

"Beri kabar kalau kalian sudah sampai !" kata Armando.

"Kalau ada apa-apa langsung beri tahu, daddy !" pintah Daniel.

Mereka mengangguk kompak.

"Kalau gitu kami masuk, yaa !" pamit Rayhan.

Memang masih ada waktu sekitar kurang lebih 30 menit. Tapi mereka masih harus melakukan pemeriksaan paspor dan visa yang bisa saja membutuhkan waktu yang lama untuk mengantri.

Beruntung barang bawaan mereka sudah diatur oleh pengawal Daniel. Jadi mereka tidak perlu lagi mengurusnya.

"Papah titip Lily, yaa ! Lily takut ketinggian dan ini adalah first flight-nya. Mungkin dia akan sedikit ketakutan !" kata Armando sedikit berbisik pada Danish.

Danish mengangguk mengerti.

"Hati-hati, yaa !" kata Fatimah sedikit berteriak karena mereka sudah berjalan masuk.

Lily dan yang lain berbalik dan melambaikan tangan mereka di udara.

Danish menggenggam tangan Lily lembut. Menariknya mendekat tak ingin dia jauh-jauh darinya. Lily hanya menurut saja tanpa menolak.

WHAT IS LOVE?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang